INTERNASIONAL
Beranda / TOPIK / INTERNASIONAL / Petugas Siaga Kedatangan Jemaah Haji Gelombang 2 di Madinah

Petugas Siaga Kedatangan Jemaah Haji Gelombang 2 di Madinah

Jemaah memenuhi pelataran Masjid Nabawi. Petugas haji meningkatkan kesiapsiagaan menyambut jemaah gelombang kedua yang tiba di Madinah pasca-Armuzna. (HO - Kemenhaj)

BERANDAPOST.COM, MADINAH – Setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna), ribuan jemaah haji Indonesia gelombang kedua segera memasuki fase baru. Kini mereka mulai memasuki Madinah. Pada tahap inilah perhatian dan pelayanan ekstra menjadi sangat penting.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta seluruh petugas haji Indonesia meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjelang kedatangan jemaah gelombang kedua dari Makkah ke Madinah.

Menurut Dahnil, fase pasca-Armuzna menjadi periode yang membutuhkan perhatian khusus karena sebagian besar jemaah telah mengalami kelelahan fisik setelah menjalani puncak ibadah haji.

“Muzdalifah dan Mina itu menguras energi luar biasa. Karena itu petugas harus memberikan perhatian ekstra kepada jemaah yang baru tiba di Madinah,” ujarnya.

Ia menjelaskan kondisi jemaah gelombang kedua berbeda dengan jemaah gelombang pertama. Jika gelombang pertama memiliki kesempatan beristirahat sebelum memasuki puncak ibadah haji, maka gelombang kedua justru tiba setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah yang membutuhkan stamina besar.

Amirul Hajj Puji Pelayanan Armuzna 2026, Jemaah Indonesia Tertib

“Jemaah gelombang kedua datang dalam kondisi yang lebih lelah. Karena itu seluruh layanan harus benar-benar siap dan responsif,” katanya.

Jaga Kesehatan dan Stamina

Selain kelelahan akibat rangkaian ibadah haji, Dahnil juga mengingatkan adanya tradisi Arbain yang banyak jemaah Indonesia jalankan selama berada di Madinah.

Menurutnya, ibadah tersebut dapat menambah beban fisik apabila tanpa pengelolaan stamina yang baik. Untuk itu, ia meminta jemaah agar tetap mengutamakan kondisi kesehatan selama menjalankan aktivitas ibadah.

“Yang terpenting adalah menjaga kondisi fisik. Jangan memaksakan, apalagi cuaca saat ini cukup panas,” pesannya.

Dahnil juga menaruh perhatian khusus terhadap kesiapan layanan kesehatan. Ia meminta seluruh petugas menerapkan prinsip pelayanan yang cepat, tanggap, dan penuh empati terhadap kebutuhan jemaah.

Khotbah Wukuf di Arafah, KH Asep Ajak Jemaah Jaga Ketakwaan

Ia juga meminta Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) maupun klinik sektor agar tetap siaga penuh untuk memberikan pelayanan terbaik.

“Prinsipnya adalah fast response. Harus menindaklanjuti setiap laporan dengan empati dan kepedulian. Saya minta seluruh petugas kesehatan benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.

Fokus Hingga Akhir Operasional Haji

Selain layanan kesehatan, Wamenhaj juga meminta petugas mengawasi layanan konsumsi agar kebutuhan gizi jemaah tetap terpenuhi. Menurutnya, asupan makanan yang baik menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kebugaran jemaah selama menjalani aktivitas ibadah dan kunjungan di Madinah.

Menjelang fase akhir operasional haji, Dahnil mengingatkan seluruh petugas bahwa tugas pelayanan belum selesai. Justru pada tahap tersebut, jemaah membutuhkan perhatian yang lebih besar setelah melewati fase paling berat dalam pelaksanaan ibadah haji.

“Haji belum selesai. Justru pada fase ini pelayanan harus semakin optimal karena jemaah membutuhkan perhatian lebih besar setelah melewati puncak ibadah haji,” pungkasnya.

Arab Saudi Apresiasi Lompatan Layanan Haji Indonesia 2026

Dengan meningkatnya kesiapsiagaan petugas dan kualitas layanan yang tetap terjaga, pemerintah berharap seluruh jemaah haji Indonesia dapat menyelesaikan rangkaian ibadah dengan aman, sehat, dan nyaman hingga kembali ke Tanah Air. (bro2)