BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Keheningan dini hari dalam Gang Pila, RT 25 Kelurahan Damai Bahagia, Balikpapan Selatan, mendadak berubah menjadi kepanikan. Seorang bayi perempuan yang diduga baru beberapa saat dilahirkan ditemukan tergeletak di depan rumah warga, Rabu (22/7/2026) sekira pukul 02.00 Wita.
Warga berinisial SR menjadi salah satu saksi pertama yang menemukan bayi tersebut. Pemandangan yang ia lihat membuatnya terkejut. Bayi itu masih terbungkus kain, sementara tali pusat dan ari-arinya belum terlepas dari tubuh mungilnya.
Detik-Detik Menyelamatkan Bayi
SR mengaku sempat merasa takut ketika hendak mengangkat bayi tersebut. Ia kemudian melaporkan penemuan bayi tersebut ke warga lainnya.
Tak berapa lama, warga berinisial WO mendekati bayi mungil itu. Ia kemudian menyentu dan bayi itu belum menunjukkan gerakan, sehingga ia khawatir kondisinya sudah kritis.
“Pas saya pegang, bayinya belum ada gerakan. Tali pusatnya dan ari-arinya masih menempel bagian belakang. Awalnya saya ragu menggendong, tetapi setelah saya sentuh tangannya, bayi itu mulai bergerak sehingga saya berani mengangkatnya,” ujarnya.
Gerakan kecil dari tangan bayi menjadi titik balik yang menguatkan tekad WO untuk segera menyelamatkannya.
Bayi Sempat Terkena Air Hujan dan Pasir
Berdasarkan kondisi fisik bayi, WO memperkirakan proses persalinan baru berlangsung sekitar satu jam sebelum penemuan. Meski sempat terguyur hujan dan berpasir, bayi itu masih memperlihatkan kondisi yang cukup baik.
“Kalau menurut saya, bayinya baru lahir sekitar sejam sebelumnya. Karena kondisinya masih kuat. Kalau sudah berjam-jam kemungkinan bayi sudah lemas karena kedinginan,” katanya.
Saat mengangkat bayi, WO juga melihat tubuhnya masih basah. Butiran pasir menempel pada wajah bayi sehingga ia segera membersihkannya sebelum memberikan pertolongan lebih lanjut.
“Badannya masih basah. Wajahnya juga penuh pasir, jadi saya bersihkan dulu setelah mengangkatnya,” ungkapnya.
Harapan agar Pelaku Segera Terungkap
Dalam kepanikan itu, WO masih sempat merasakan respons bayi yang menurutnya cukup kuat. Hal itu membuatnya yakin sang bayi memiliki peluang besar untuk selamat.
“Bayinya masih menggenggam jari saya. Karena masih kuat menggenggam, saya berani menggendongnya. Kalau kondisinya sudah lemas, saya mungkin tidak berani karena takut terjadi apa-apa,” tuturnya.
Ia juga berharap pelaku segera terungkap. Menurutnya, terdapat beberapa kamera pengawas (CCTV) pada akses jalan menuju kawasan tersebut, meski tidak mengarah langsung ke lokasi penemuan bayi.
Ia juga menyebut lingkungan sekitar biasanya sepi saat malam hingga dini hari. Sehingga ia menduga kondisi tersebut membuat pelaku leluasa meninggalkan bayi tanpa ketahuan oleh warga.
Penyelidikan Terus Berlanjut
Polresta Balikpapan masih mendalami kasus dugaan pembuangan bayi tersebut. Termasuk meminta keterangan sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti. Sementara rekaman CCTV sekitar lokasi turut menjadi alat bukti untuk mengungkap identitas pelaku.
Penyelidikan masih berlangsung, termasuk menelusuri kemungkinan adanya warga yang melihat aktivitas mencurigakan sebelum penemuan bayi perempuan itu. (bro2)

