BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Langkah kecil para murid SDN 022 Balikpapan Timur harus berjibaku dengan jalan berlumpur saat hujan turun. Akses menuju sekolah yang berada dalam kawasan Perumahan Bukit Batakan Permai 3 berubah menjadi licin berlumpur. Membuat perjalanan pulang sekolah penuh risiko.
Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak Senin (20/7/2026) subuh hingga pagi, memperparah kondisi badan jalan. Lumpur menutupi hampir seluruh permukaan sehingga menyulitkan warga maupun murid yang melintas.
Ketua RT 80 Kelurahan Manggar, Yosep mengatakan hujan yang berlangsung sekitar tiga jam membuat kondisi jalan semakin sulit dilalui. Situasi itu bertepatan dengan jam pulang sekolah sehingga banyak murid harus berjalan ekstra hati-hati.
Namun, jalan yang licin tetap memakan korban. Beberapa murid terjatuh saat berusaha melewati akses tersebut.
“Yang derasnya itu pas anak-anak sekolah pulang. Banyak yang terjatuh,” ungkap Yosep.
Ia berharap pemerintah segera membangun akses jalan menuju sekolah agar aktivitas belajar mengajar tidak lagi terganggu, terutama saat musim hujan. “Harapannya segera ada pembangunan jalan,” ucapnya.
Sekolah Diminati, Akses Justru Jadi Kendala
Meski menghadapi persoalan infrastruktur, Yosep mengungkapkan warga sangat mendukung keberadaan SDN 022 Balikpapan Timur. Kehadiran sekolah tersebut memudahkan anak-anak sekitar Perum Bukit Batakan Permai 3 memperoleh layanan pendidikan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Antusiasme masyarakat pun terus meningkat. Hal itu terlihat dari banyaknya murid baru yang mendaftar pada tahun ajaran ini. Bahkan, anak-anak yang berasal dari RT 80 mengisi satu ruang kelas.
Warga berharap tingginya minat masyarakat terhadap sekolah tersebut dapat selaras dengan penyediaan infrastruktur yang layak sehingga murid dapat berangkat dan pulang sekolah dengan aman.
Harapan Demi Keselamatan Anak-anak
Warga Batakan, Darwis juga mengeluhkan hal yang serupa. Ia bahkan menyayangkan kondisi jalan yang rusak saat fasilitas SDN 022 Balikpapan Timur sudah tergolong baik.
“Fasilitas sekolahnya sudah bagus, tapi jalannya rusak parah,” kata Darwis.
Ia menilai akses jalan yang memadai sama pentingnya dengan sarana pendidikan, sebab keselamatan dan kenyamanan murid harus menjadi perhatian utama.
“Kasihan anak-anak sekolah, setiap hujan sepatu dan baju mereka sudah kotor sebelum masuk kelas,” pungkasnya. (bro2)

