BERANDAPOST.COM, SAMARINDA – Upaya membangun birokrasi yang bersih dan profesional terus diperkuat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Timur. Komitmen itu tercermin melalui pencanangan Zona Integritas yang berlangsung bersamaan dengan apel pagi Bawaslu Kaltim.
Anggota Bawaslu Kaltim, Danny Bunga, memimpin apel sebagai pembina. Ia menegaskan pencanangan Zona Integritas harus menghasilkan perubahan nyata, bukan berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, komitmen itu wajib tercermin melalui peningkatan kualitas kinerja, pelayanan publik, serta penguatan akuntabilitas pada setiap lini organisasi.
Kepercayaan besar juga datang dari Bawaslu RI. Bawaslu Kaltim terpilih sebagai satu dari tiga provinsi yang menjadi lokus pembinaan, bersama Jawa Barat dan Sulawesi Selatan. Penetapan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk terus memperkuat tata kelola kelembagaan secara berkelanjutan.
“Pembinaan ini merupakan kesempatan bagi kita untuk terus berbenah. Seluruh jajaran harus semakin tertib, terstruktur, dan optimal dalam menjalankan tugas pengawasan serta pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya belum lama ini.
Danny menilai Bawaslu Kaltim sebenarnya telah melahirkan berbagai inovasi pelayanan publik. Kerja sama dengan perguruan tinggi, penerimaan kunjungan mahasiswa, hingga pemanfaatan kantor Bawaslu sebagai ruang pembelajaran pada akhir pekan menjadi contoh program yang telah memberi manfaat bagi masyarakat.
Namun, menurutnya, berbagai inovasi tersebut belum memperoleh nilai optimal karena dokumentasi dan publikasinya masih belum maksimal. Padahal, rekam jejak program menjadi bagian penting dalam penilaian kelembagaan sekaligus bukti akuntabilitas organisasi.
Karena itu, Danny mengajak seluruh pegawai membangun budaya kerja yang tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program. Melainkan juga memastikan setiap kegiatan terdokumentasi dengan baik sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik.
Digitalisasi dan Pola Kerja
Ia bahkan menekankan pentingnya memperkuat sinergi, kolaborasi, dan komunikasi antardivisi. Baginya, keberhasilan organisasi bukan hanya tercapai melalui pemenuhan indikator penilaian. Tetapi juga lewat penguatan administrasi, pelayanan publik, pengelolaan organisasi, serta dokumentasi yang berkualitas.
Memasuki era digital, lanjut Danny, pola kerja memang semakin fleksibel. Meski begitu, fleksibilitas harus berjalan seiring dengan kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi yang baik bersama pimpinan, pelaporan pekerjaan yang tertib, serta penyelesaian tugas secara profesional.
“Yang menjadi ukuran adalah kualitas hasil kerja, kedisiplinan, integritas, dan akuntabilitas. Karena itu, saya mengajak seluruh jajaran untuk terus bekerja secara profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kinerja agar mampu memberikan pelayanan terbaik serta memperkuat tata kelola organisasi,” tegas Danny.
Usai apel, seluruh jajaran Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur menandatangani Deklarasi Pencanangan Zona Integritas serta perjanjian kinerja. Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk menghadirkan birokrasi yang bersih, melayani, dan berintegritas.
Kegiatan itu turut menghadirkan Anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur Wamustofa Hamzah, Kepala Sekretariat Nasori, para pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh pegawai Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur. Semangat kolektif tersebut menjadi modal penting bagi Bawaslu Kaltim untuk terus memperkuat kepercayaan publik melalui tata kelola organisasi yang profesional dan berintegritas. (bro2)

