BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Balikpapan membantah informasi yang menyebut ribuan calon penumpang terlantar saat keberangkatan KM Bukit Siguntang dari Pelabuhan Semayang pada 16 Juli 2026.
Kepala Cabang Pelni Balikpapan, Juni Samsudin, menegaskan seluruh penumpang yang telah memiliki tiket telah berangkat sesuai jadwal. Adapun penumpang yang tidak diizinkan naik kapal merupakan calon penumpang yang belum memiliki tiket.
“Kami ingin mengklarifikasi terkait informasi bahwa ada ribuan penumpang yang terlantar yang akan naik KM Bukit Siguntang tujuan Parepare, Makassar, hingga Maumere. Kami sampaikan tidak ada antrean seribu penumpang tanpa tiket yang akan naik kapal,” kata Juni, Jumat (17/7/2026).
Ia menjelaskan, pada keberangkatan tersebut terdapat sekitar 1.700 penumpang yang telah mengantongi tiket resmi dan seluruhnya dapat naik ke kapal.
“Memang benar ada sekitar 1.700 penumpang bertiket yang akan berangkat menggunakan KM Bukit Siguntang,” ujarnya.
Calon Penumpang Tidak Miliki Tiket
Namun menjelang kapal berangkat, pihaknya mendapati beberapa calon penumpang yang belum memiliki tiket. “Mereka kami tahan karena tidak memenuhi persyaratan untuk naik kapal,” ungkapnya.
Menurut Juni, KM Bukit Siguntang tetap berlayar sesuai jadwal operasional. Kapal lepas sandar sekitar pukul 21.10 Wita menuju Parepare, Makassar, dan sejumlah pelabuhan lainnya hingga Maumere.
Juni mengatakan sebagian calon penumpang yang tidak memperoleh tiket merupakan pekerja perkebunan kelapa sawit. Mereka hendak kembali ke daerah asalnya, terutama menuju Maumere.
“Kami mengimbau mereka membeli tiket jauh-jauh hari melalui aplikasi Pelni Mobile maupun kanal resmi Pelni agar tidak kehabisan tiket,” imbaunya.
Ia juga menepis anggapan maraknya praktik percaloan dalam penjualan tiket. Menurutnya, Pelni telah menerapkan kebijakan pembelian tiket secara langsung oleh calon penumpang melalui kantor cabang untuk mempersempit ruang gerak calo.
“Untuk pembelian tiket di kantor cabang, hanya calon penumpang yang akan berangkat yang dapat membeli tiket. Kami berharap penumpang datang sendiri sehingga dapat memperketat praktik percaloan,” tegasnya.
Pelni kembali mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui aplikasi Pelni Mobile maupun kanal penjualan resmi. Langkah tesebut guna menghindari kehabisan tiket, terutama pada musim libur dengan tingkat permintaan yang tinggi. (bro2)

