OLAHRAGA
Beranda / OLAHRAGA / Final Piala Dunia 2026 Sarat Sejarah, Argentina Lawan Spanyol

Final Piala Dunia 2026 Sarat Sejarah, Argentina Lawan Spanyol

Final Piala Dunia 2026 mempertemukan Argentina dan Spanyol dalam duel penuh rekor. Lamine Yamal berpeluang mencetak rekor selain Messi dan Rodri. (HO - FIFA)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Final Piala Dunia FIFA 2026 bukan sekadar mempertemukan dua kekuatan sepak bola dunia, Argentina dan Spanyol. Laga puncak juga menjadi panggung lahirnya berbagai rekor baru yang melibatkan para pemain terbaik dunia.

Mulai dari dominasi Lionel Messi, akurasi operan Rodri, ketangguhan Unai Simon, hingga kreativitas Lamine Yamal. Semuanya menjadi warna tersendiri menjelang perebutan trofi paling bergengsi dalam ajang sepak bola internasional.

Rekor Rodri dan Dominasi Spanyol

Spanyol datang ke partai final dengan sederet pencapaian impresif. Gelandang andalan mereka, Rodri, kembali menunjukkan kelasnya sebagai pengatur permainan. Hingga menjelang laga terakhir, pemain berusia 30 tahun itu telah membukukan 648 operan sukses, jumlah terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.

Catatan tersebut melampaui rekor miliknya sendiri, yaitu 638 operan sukses pada Piala Dunia FIFA Qatar 2022. Sebelumnya, rekor itu menjadi milik legenda Spanyol, Xavi, yang mengoleksi 599 operan sukses saat membawa La Roja menjuarai Piala Dunia 2010. Menariknya, dua pesaing terdekat Rodri justru berasal dari tim yang sama, yakni Pau Cubarsi dengan 547 operan sukses dan Aymeric Laporte dengan 533 operan.

Konsistensi Spanyol juga tercermin dari rekor tak terkalahkan yang kini mencapai 37 pertandingan internasional. Sejak menyerah 0-1 dari Kolombia pada Maret 2024, La Roja mengoleksi 27 kemenangan dan 10 hasil imbang. Torehan tersebut menyamai rekor yang sebelumnya Italia raih pada periode 2018-2021 dan Argentina sepanjang 2019-2022.

Hattrick Saka Bawa Inggris Juara 3 Piala Dunia

Tak hanya menguasai lini tengah, Spanyol juga memiliki pemain muda yang terus mencuri perhatian. Lamine Yamal menjadi pemain dengan jumlah dribel sukses terbanyak sepanjang turnamen, yakni 30 kali. Ia unggul atas Kylian Mbappe (24), Vinicius Junior (23), Lionel Messi (22), dan Jeremy Doku (21).

Meski demikian, rekor dribel terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia masih menjadi milik Diego Maradona. Sang legenda Argentina mencatatkan 53 dribel sukses pada Meksiko 1986. Pada era modern, Messi memegang rekor terbaik abad ke-21 lewat 46 dribel sukses saat tampil di Brasil 2014.

Produktivitas Argentina Sulit Dibendung

Sementara itu, Argentina melangkah ke final Piala Dunia FIFA 2026 dengan produktivitas luar biasa. La Albiceleste telah mencetak 19 gol atau rata-rata 2,71 gol setiap pertandingan. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dalam satu edisi Piala Dunia sejak Brasil menghasilkan 19 gol pada 1970.

Sepanjang sejarah turnamen, hanya empat tim yang mampu melampaui produktivitas tersebut, yaitu Brasil dengan 22 gol pada 1950, Prancis dengan 23 gol pada 1958, Jerman Barat dengan 25 gol pada 1954, serta Hungaria dengan 27 gol pada edisi yang sama.

Spanyol sendiri sudah mengoleksi 13 gol. Torehan itu melampaui rekor terbaik mereka sebelumnya pada Final Piala Dunia FIFA 1986 yang menghasilkan 11 gol berkat inspirasi Emilio Butragueno. Jumlah tersebut juga lima gol lebih banyak ketimbang saat La Roja meraih gelar juara dunia pada 2010.

FIFA Hadirkan Cincin Piala Dunia, Simbol Baru Tim Juara

Ketajaman Argentina semakin terlihat melalui rekor mencetak sedikitnya dua gol dalam 13 pertandingan Piala Dunia secara beruntun. Rekor itu belum pernah tercipta sepanjang sejarah turnamen. Terakhir kali Argentina gagal menghasilkan dua gol terjadi saat kalah 1-2 dari Arab Saudi pada laga pembuka Piala Dunia FIFA Qatar 2022.

La Albiceleste juga selalu mencetak gol dalam 16 pertandingan Piala Dunia berturut-turut. Hanya Hungaria dengan 17 pertandingan, serta Jerman dan Brasil yang sama-sama membukukan 18 pertandingan, memiliki catatan lebih baik.

Messi Mengejar Sejarah Baru

Dari balik ketajaman Argentina, Lionel Messi kembali menjadi sosok sentral. Kapten La Albiceleste telah mengoleksi delapan gol sepanjang turnamen. Dalam sejarah Piala Dunia, hanya lima pemain yang pernah mencetak gol lebih banyak dalam satu edisi, yakni Eusebio (9), Ademir de Menezes (9), Gerd Muller (10), Sandor Kocsis (11), dan Just Fontaine (13).

Messi juga masih memimpin persaingan Sepatu Emas adidas. Meski jumlah golnya sama dengan Kylian Mbappe, kapten Argentina unggul berkat empat assist, sementara penyerang Prancis mengoleksi tiga assist. Total 12 kontribusi gol yang dibukukan Messi menjadi pencapaian terbaik dalam satu edisi Piala Dunia sejak Gerd Muller mencatatkan 13 kontribusi gol pada 1970.

Performa Argentina semakin sempurna berkat tujuh kemenangan dari tujuh pertandingan. Catatan itu menyamai rekor Brasil pada 2002 sebagai tim dengan kemenangan terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia. Jika mampu menaklukkan Spanyol pada partai final, Argentina akan menjadi negara kelima yang menjuarai Piala Dunia dengan rekor kemenangan sempurna, menyusul Uruguay (1930), Italia (1938), serta Brasil (1970 dan 2002).

Prediksi Prancis Lawan Inggris, Rebutkan Juara 3 dan Sepatu Emas

Benteng Kokoh Bernama Unai Simon

Di bawah mistar gawang, Spanyol memiliki tembok kokoh bernama Unai Simon. Kiper tersebut telah mencatatkan enam clean sheet dalam tujuh pertandingan, rekor terbanyak yang pernah dibukukan seorang penjaga gawang dalam satu edisi Piala Dunia.

Simon bahkan sempat menjaga gawangnya tidak kebobolan selama 650 menit secara beruntun sebelum akhirnya Charles De Ketelaere membobol gawangnya pada babak perempat final. Catatan itu memecahkan rekor Walter Zenga dari Italia yang bertahan selama puluhan tahun dengan 517 menit tanpa kebobolan. Tak hanya itu, Simon juga membukukan persentase penyelamatan terbaik pada turnamen ini, yakni mencapai 93 persen.

Solidnya lini pertahanan membuat Spanyol baru kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Jika berhasil mengangkat trofi, La Roja berpeluang menjadi juara Final Piala Dunia dengan jumlah kebobolan paling sedikit sepanjang sejarah. Sebelumnya, Prancis (1998), Italia (2006), dan Spanyol (2010) sama-sama menutup turnamen sebagai juara dengan dua kali kebobolan.

Rekor Lain yang Menanti Final

Sebaliknya, Argentina telah kebobolan tujuh gol. Meski demikian, produktivitas serangan mereka mampu menutupi kelemahan tersebut. Bahkan, lima gol Argentina lahir melalui tembakan dari luar kotak penalti, menyamai rekor terbanyak dalam satu edisi Final Piala Dunia. Messi mencetak dua gol, sedangkan Giovani Lo Celso, Julian Alvarez, dan Enzo Fernandez masing-masing menyumbang satu gol.

Dua gol jarak jauh itu juga mengantar Messi melampaui legenda Brasil, Rivellino, sebagai pemain dengan jumlah gol terbanyak dari luar kotak penalti sepanjang sejarah Piala Dunia.

Untuk kubu Spanyol, Mikel Oyarzabal juga menjalani turnamen terbaik dalam kariernya. Ia telah mengoleksi lima gol, menyamai rekor Emilio Butragueno pada 1986 dan David Villa pada 2010 sebagai pencetak gol terbanyak Spanyol dalam satu edisi Final Piala Dunia. Bersama Villa, Oyarzabal juga berbagi rekor kontribusi gol terbanyak La Roja dalam satu turnamen dengan enam keterlibatan gol.

Selain produktif mencetak gol, Messi terus menunjukkan kualitasnya sebagai kreator serangan. Empat assist yang telah ia bukukan membuatnya hanya terpaut satu assist dari Michael Olise dalam perebutan gelar pemberi assist terbanyak turnamen. Assist pertamanya pada edisi kali ini juga memperpanjang rekor sebagai pemain yang mampu mencatatkan assist dalam enam edisi Piala Dunia berbeda.

Spanyol pun memiliki kreator andal pada sisi sayap. Marc Cucurella dan Dani Olmo sama-sama telah menyumbangkan dua assist sepanjang turnamen. Peran keduanya menjadi salah satu kunci keseimbangan permainan La Roja yang kini tinggal selangkah lagi menuju gelar juara dunia kedua dalam sejarah mereka. (bro2)