BALIKPAPAN
Beranda / DAERAH / BALIKPAPAN / Urban Farming Balikpapan, Beternak Ayam Petelur Potensial

Urban Farming Balikpapan, Beternak Ayam Petelur Potensial

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan, Sri Wahyuningsih mengajak warga memanfaatkan lahan kosong untuk beternak ayam petelur. Program ini mendukung ketahanan pangan dan menambah pendapatan. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Masih banyak sudut lahan yang belum termanfaatkan secara optimal dalam padatnya kawasan perkotaan. Padahal, ruang-ruang kecil tersebut berpotensi menjadi sumber pangan sekaligus tambahan pendapatan bagi keluarga.

Melihat peluang itu, Pemerintah Kota Balikpapan mendorong masyarakat mengembangkan peternakan ayam petelur skala rumahan. Langkah tersebut merupakan bagian dari program urban farming.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan, Sri Wahyuningsih, mengatakan konsep pertanian perkotaan tidak hanya berfokus pada budi daya sayuran.

“Pengembangan sektor peternakan dan perikanan juga memiliki peluang yang besar dalam kawasan perkotaan,” kata Yuyun, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, ayam petelur menjadi salah satu pilihan yang cukup ideal karena cukup dengan skala kecil atau memanfaatkan lahan terbatas.

Tanpa Pungutan, Perpisahan SDN 003 Balikpapan Kota Berkesan

“Urban farming itu tidak hanya bicara soal sayur-mayur, tetapi juga ikan dan ayam petelur,” imbuhnya.

Bagi banyak keluarga, keberadaan beberapa ekor ayam petelur pada halaman rumah bukan sekadar aktivitas sampingan. Telur yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan protein keluarga setiap hari tanpa harus selalu membeli dari pasar.

“Apabila produksi melebihi kebutuhan rumah tangga, maka masyarakat bisa menjual hasilnya sehingga memberikan tambahan pemasukan,” imbuhnya.

Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga

Yuyun menilai masih banyak lahan kosong pada kawasan perumahan yang berpotensi menjadi area produktif. Selain mendukung ketahanan pangan keluarga, pemanfaatan lahan tersebut juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih bernilai ekonomi.

“Daripada lahannya terbengkalai dan tumbuh rumput liar, lebih baik untuk kegiatan yang menghasilkan dan mendukung kebutuhan pangan keluarga,” ujarnya.

Rumah dan 2 Kendaraan Terbakar di Gunung Sari Ilir Balikpapan

Meski demikian, pengembangan peternakan dalam kawasan permukiman tetap harus memperhatikan kenyamanan lingkungan sekitar. Tidak boleh mengabaikan pengelolaan kandang, kebersihan area peternakan, dan penanganan limbah.

“Pengelolaan kandang dan limbahnya harus dengan baik agar tidak menimbulkan gangguan,” tegasnya.

Lebih jauh, DKP3 mendorong penerapan urban farming terpadu yang menghubungkan sektor peternakan, pertanian, dan perikanan dalam satu sistem yang saling mendukung.

Dalam konsep tersebut, kotoran ayam bisa menjadi pupuk organik untuk tanaman sayuran. Sementara sisa makanan rumah tangga untuk pakan maggot.

“Kemudian maggot juga berfungsi sebagai pakan alternatif bagi ayam maupun ikan,” jelasnya.

Pertamina Patra Niaga Kalimantan Tes NAPZA 504 Pekerja

Pola ini tidak hanya mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga menciptakan siklus produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. (bro2)