BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Keyakinan konsumen di Balikpapan terhadap kondisi perekonomian tetap berada pada level optimistis sepanjang triwulan II 2026. Hal itu tercermin dari hasil Survei Konsumen Bank Indonesia yang mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada pada level 123,7.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan optimisme masyarakat tetap terjaga meski sedikit melambat ketimbang triwulan I 2026 yang mencapai 132,3.
“Hasil Survei Konsumen sepanjang triwulan II 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat. Konsumen masih menunjukkan optimisme usai Idulfitri dan penyesuaian harga BBM serta LPG nonsubsidi,” kata Robi, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, optimisme tersebut karena persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi ekonomi dalam enam bulan mendatang.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, tingkat optimisme tertinggi berasal dari responden dengan pengeluaran Rp2 juta hingga Rp3 juta per bulan dengan IKK sebesar 144,2. Posisi berikutnya kelompok pengeluaran Rp7 juta hingga Rp8 juta dengan indeks 132,2. Kemudian kelompok Rp4 juta hingga Rp5 juta sebesar 130,6.
Sementara dari sisi usia, optimisme tertinggi berasal dari kelompok responden berusia 20 hingga 30 tahun dengan nilai indeks mencapai 137,2. Kelompok usia 40 hingga 50 tahun juga masih menunjukkan tingkat keyakinan yang kuat terhadap kondisi ekonomi.
Selain IKK, Bank Indonesia mencatat Indeks Keyakinan Ekonomi (IKE) sepanjang triwulan II 2026 berada pada angka 115,2. Meskipun lebih rendah daripada triwulan sebelumnya yang mencapai 122, angka tersebut masih berada pada zona optimistis.
“IKE tetap kuat karena persepsi terhadap penghasilan saat ini, ketersediaan lapangan kerja, dan pembelian barang tahan lama. Sehingga seluruhnya masih berada pada level optimistis,” ujarnya.
Tiga Indeks Pembentuk IKE
Komponen pembentuk IKE terdiri atas indeks penghasilan saat ini sebesar 135,7, indeks ketersediaan lapangan kerja 106,3, serta indeks pembelian barang tahan lama sebesar 103,7.
Pada sisi lain, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga masih menunjukkan optimisme dengan rata-rata 132,1 sepanjang triwulan II 2026, meski lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang mencapai 142,6.
Robi menjelaskan optimisme tersebut karena adanya ekspektasi terhadap peningkatan penghasilan, kegiatan usaha, dan ketersediaan lapangan kerja dalam enam bulan mendatang.
“Optimisme konsumen terutama ditopang oleh ekspektasi penghasilan, kegiatan usaha, dan peluang kerja yang tetap kuat,” katanya.
Ia menambahkan terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi tingkat keyakinan konsumen selama triwulan II 2026. Salah satunya adalah proyek strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang mulai memasuki tahap penyelesaian sehingga jumlah pekerja konstruksi berkurang.
Kondisi tersebut berdampak terhadap aktivitas sejumlah pelaku usaha yang selama ini bergantung pada konsumsi para pekerja proyek.
Namun demikian, peningkatan penghasilan sebagian responden melalui bonus, insentif, kenaikan gaji, lembur, maupun peningkatan omzet usaha turut menjaga optimisme masyarakat.
Selain itu, peluang kerja baru juga muncul melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) seiring bertambahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), berkembangnya usaha kafe dan laundry, serta masih berlanjutnya aktivitas konstruksi pada sejumlah proyek.
“Faktor-faktor tersebut turut menopang keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun prospeknya dalam enam bulan mendatang,” tutup Robi. (bro2)

