BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Dinas Perdagangan Kota Balikpapan mencatat sekitar 250 petak Pasar Sepinggan terdampak kebakaran dari total 853 petak yang ada. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 petak masih aktif untuk berjualan dan akan menjadi prioritas menempati tempat penampungan sementara atau TPS Pasar Sepinggan.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan kendati jumlah petak yang terbakar mencapai sekitar 250 unit.
“Dari jumlah tersebut, sekitar 80 petak merupakan pedagang yang masih aktif berjualan,” ujar Haemusri, Sabtu (1/8/2026).
Data tersebut, lanjut Haemusri, akan pihaknya laporkan kepada Wali Kota Balikpapan sebagai dasar pengambilan kebijakan penanganan pascakebakaran. Ia juga memastikan pemerintah akan memprioritaskan pembangunan TPS bagi pedagang yang benar-benar masih menjalankan aktivitas usaha.
“Kami meminta dukungan pedagang dan masyarakat sekitar agar bersama-sama mempercepat proses pembangunan TPS Pasar Sepinggan,” katanya.
Haemusri menjelaskan fokus pemerintah saat ini adalah menyiapkan lokasi sementara bagi pedagang sebelum membahas revitalisasi pasar secara menyeluruh.
“Sementara ini kami fokus pada pembangunan TPS. Lokasinya lahan bekas kebakaran ini. Untuk revitalisasi pasar, kami masih menunggu kebijakan pemerintah dan kesiapan anggaran,” jelasnya.
Ia memperkirakan proses pembersihan lokasi dan penataan lahan membutuhkan waktu sekitar satu bulan sebelum pembangunan TPS.
“Setelah itu baru pembangunan TPS. Pembangunan TPS itu sebentar aja,” ungkapnya.
Terkait penerima TPS Pasar Sepinggan, Haemusri menegaskan hanya pedagang yang masih aktif berjualan yang menjadi prioritas. Kebijakan tersebut telah melalui kesepakatan bersama pengurus pasar dan perwakilan pedagang.
“Yang prioritas adalah pedagang yang masih aktif berjualan,” tegasnya.
Mengenai pembiayaan pembangunan TPS, Haemusri mengatakan terdapat beberapa opsi sumber anggaran, mulai dari Belanja Tidak Terduga (BTT), pergeseran anggaran, hingga anggaran perubahan. Namun, keputusan akhir tetap melalui Wali Kota Balikpapan.
“Kami sudah melaporkan kepada Pak Wali,” pungkasnya. (bro2)

