BERANDAPOST.COM, TANA PASER – Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Paser, Paulus Margita, mengajak seluruh pegawai agar bersikap bijak menghadapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada kebutuhan pokok.
Menurut Paulus, kenaikan harga BBM, khususnya jenis Pertamax Turbo dan Dexlite, merupakan dampak kondisi global, sehingga pemerintah tidak bisa menghindarinya.
“Ini akibat dinamika global, termasuk konflik yang terjadi sejak 28 Februari 2026,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan BBM turut memicu lonjakan harga kebutuhan pokok masyarakat. Salah satu yang paling terasa adalah harga gas LPG 3 kilogram.
“Gas 3 kilogram yang seharusnya Rp22 ribu, bisa naik menjadi Rp40 ribu hingga Rp45 ribu pada tingkat eceran, bahkan sempat mencapai Rp60 ribu saat Idulfitri,” jelasnya.
Selain itu, harga minyak goreng jenis tertentu juga kerap mengalami kenaikan dan kelangkaan.
Paulus menambahkan, Pemkab Paser juga merasakan dampak kenaikan BBM. Terutama kendaraan dinas yang menggunakan BBM jenis Pertamax dan Dexlite.
Ia mencontohkan, kondisi serupa pernah terjadi saat konflik Rusia dan Ukraina yang memicu kenaikan harga gandum. Indonesia saat itu terdampak karena masih bergantung pada impor.
Menghadapi situasi tersebut, Paulus mengajak aparatur sipil negara (ASN) untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi dinamika ekonomi global ke depan.
“Salah satunya dengan mulai berinvestasi, sehingga memiliki passive income dan bisa menghadapi masa purnatugas dengan lebih baik,” katanya.
Ia berharap ASN dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan, sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi perubahan ekonomi yang tidak menentu. (bro2)

