BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Kenaikan harga tiket pesawat mulai memberi dampak nyata terhadap aktivitas penerbangan di Kalimantan Timur. Setelah periode Lebaran 2026 berakhir, jumlah penumpang yang menggunakan pesawat melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan mengalami penurunan cukup signifikan.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Iwan Winaya Mahdar, mengungkapkan kondisi tersebut terjadi seiring meningkatnya harga tiket pesawat dalam beberapa bulan terakhir.
“Jika sebelumnya jumlah penumpang mencapai 14-15 ribu orang per hari, kini turun menjadi sekitar 9-11 ribu orang per hari. Pada akhir pekan rata-rata sekitar 12 ribu penumpang,” kata Iwan, Kamis (11/6/2026).
Penurunan jumlah penumpang itu menunjukkan tingginya sensitivitas masyarakat terhadap harga tiket penerbangan. Biaya perjalanan yang semakin mahal membuat sebagian masyarakat mengurangi frekuensi bepergian atau menunda perjalanan udara.
Menurut Iwan, lonjakan harga tiket terpengaruh sejumlah faktor eksternal. Terutama kenaikan harga avtur yang berkaitan dengan situasi geopolitik global dan perkembangan pasar energi internasional.
Dampaknya terlihat pada sejumlah rute favorit, termasuk penerbangan Balikpapan–Jakarta. Tarif yang sebelumnya kisaran Rp1,1 juta kini meningkat menjadi sekitar Rp1,7 juta hingga Rp2 juta per penumpang.
“Kenaikan harga tiket karena berbagai faktor. Salah satunya meningkatnya harga avtur akibat kondisi geopolitik global,” jelasnya. (bro2)

