BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Persaingan memperebutkan Sepatu Emas adidas di Piala Dunia FIFA 2026 mulai memanas. Setelah rangkaian pertandingan pembuka fase grup, nama Lionel Messi langsung melesat ke puncak daftar pencetak gol terbanyak turnamen.
Melansir FIFA, Kapten Argentina tersebut tampil gemilang saat membawa juara bertahan menundukkan Aljazair 3-0 pada laga Grup J, Kansas City Stadium. Tiga gol Messi tidak hanya mengantarkan Argentina meraih kemenangan penting, tetapi juga menempatkannya sebagai pemimpin sementara klasemen Sepatu Emas.
Hat-trick tersebut sekaligus menambah catatan sejarah bagi Messi yang tampil dalam Piala Dunia keenam sepanjang kariernya. Tambahan tiga gol membuatnya menyamai rekor milik Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah putaran final Piala Dunia.
Meski memimpin perburuan Sepatu Emas, langkah Messi masih berada dalam bayang-bayang sejumlah penyerang elite dunia yang juga tampil tajam pada pertandingan perdana mereka.
Penyerang Prancis, Kylian Mbappe, mencetak dua gol saat Les Bleus mengalahkan Senegal 3-1. Sementara itu, Erling Haaland turut membuka turnamen dengan dua gol saat Norwegia menang meyakinkan 4-1 atas Irak.
Selain Mbappe dan Haaland, beberapa pemain lain juga masuk dalam persaingan awal. Mereka adalah Folarin Balogun dari Amerika Serikat, Yasin Ayari dari Swedia, Kai Havertz dari Jerman, serta Elijah Just dari Selandia Baru yang sama-sama mengoleksi dua gol.
Berikut klasemen sementara perburuan Sepatu Emas adidas Piala Dunia 2026:
Tiga Gol:
- Lionel Messi (Argentina) – 0 assist, 83 menit bermain
Dua Gol:
- Folarin Balogun (Amerika Serikat) – 0 assist, 77 menit bermain
- Yasin Ayari (Swedia) – 0 assist, 100 menit bermain
- Kai Havertz (Jerman) – 0 assist, 100 menit bermain
- Elijah Just (Selandia Baru) – 0 assist, 101 menit bermain
- Erling Haaland (Norwegia) – 0 assist, 103 menit bermain
- Kylian Mbappe (Prancis) – 0 assist, 106 menit bermain
FIFA menetapkan bahwa penghargaan Sepatu Emas Adidas diberikan kepada pemain yang mencetak gol terbanyak sepanjang putaran final Piala Dunia.
Apabila terdapat dua atau lebih pemain dengan jumlah gol yang sama, maka penentuan pemenang akan mempertimbangkan jumlah assist yang pemain tersebut torehkan berdasarkan penilaian FIFA Technical Study Group.
Jika jumlah gol dan assist masih identik, maka total menit bermain menjadi faktor penentu. Pemain yang mencatat waktu bermain lebih sedikit akan menempati posisi lebih tinggi dalam klasemen Sepatu Emas.
Dengan fase grup yang masih panjang, persaingan menuju penghargaan individu paling bergengsi bagi para penyerang itu akan terus berlangsung ketat. Namun untuk sementara, Lionel Messi berhasil mengirim pesan kuat bahwa bintang Argentina itu masih menjadi ancaman utama pada panggung sepak bola terbesar dunia. (bro2)

