BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Perbincangan soal jadwal imsakiyah Ramadan 1447 Hijriah ramai muncul di grup percakapan dan media sosial. Warga mempertanyakan pergeseran menit pada waktu imsak dan salat.
Melansir Bekesah.co, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan, Masrivani memastikan seluruh jadwal bersumber dari perhitungan terpusat berbasis astronomi.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak menghitung jadwal secara mandiri. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam mengirim data langsung dari pusat, lalu daerah menyesuaikan dengan koordinat wilayah.
“Metodenya menggunakan hisab astronomi nasional, daerah hanya menyesuaikan dengan wilayah masing-masing,” katanya, Senin (23/2/2026).
Ia menjelaskan pergeseran menit merupakan hal wajar dalam ilmu falak. Posisi matahari terus bergerak, sehingga waktu salat tidak pernah statis.
“Antarbulan dan antartahun tentu perubahannya bisa terlihat lebih jelas,” ujarnya.
Masrivani bahkan menilai perubahan tersebut justru menandakan sistem berjalan akurat sesuai kondisi astronomis, bukan kesalahan cetak atau perbedaan metode.
Selain itu, dengan banyaknya versi jadwal yang beredar, Kemenag mengimbau warga berpegang pada satu rujukan resmi.
“Yang paling valid tetap jadwal resmi Kemenag RI,” pungkasnya. (bro2)


