BALIKPAPAN
Beranda / DAERAH / BALIKPAPAN / Atun Berjuang Selamatkan Bayi, 3 Rumah Roboh Dihantam Gelombang

Atun Berjuang Selamatkan Bayi, 3 Rumah Roboh Dihantam Gelombang

Petugas memeriksa kesehatan bayi Atun yang selamat setelah tercebur ke laut karena rumah roboh dihantam gelombang pasang. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Tiga unit rumah RT 9 Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan, roboh pada Jumat (10/7/2026) subuh tadi. Beruntung, seluruh penghuni selamat meski sempat tercebur ke air saat bangunan ambruk. Termasuk Atun dan bayi berusia 3 bulan.

Salah seorang penghuni rumah, Suryani Ningsih, menceritakan rumah sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda akan roboh sejak sekitar pukul 04.00 Wita atau sebelum setelah salat Subuh.

“Itu kejadiannya habis salat Subuh. Jam 4 memang rumah sudah terasa bergerak. Setengah jam sebelum kejadian saya sudah menyuruh adik mengeluarkan motor dari dalam rumah,” kata Suryani alias Atun.

Ia mengatakan keluarganya mulai waspada setelah mendengar tiang penyangga rumah mengeluarkan suara.

“Tiang rumah sudah bunyi ‘krek’. Kakak saya langsung bilang, ‘Hati-hati anak-anak.’ Tidak lama setelah itu rumah langsung roboh,” ungkapnya.

Dibantu YBM PLN, Penjahit dan Pedagang Salome Bangkit

Saat bangunan ambruk, seluruh anggota keluarga yang berada dalam rumah terjatuh ke air. Termasuk bayi usia 3 bulan yang Atun gendong. Beruntung, proses robohnya rumah berlangsung secara bertahap sehingga mereka masih memiliki waktu untuk menyelamatkan diri.

“Untungnya rumah tidak langsung ambruk sekaligus. Bertahap, jadi kami semua bisa selamat,” ucapnya.

Kendati begitu, Atun dan bayi dan satu anaknya sempat tercebur ke laut. Ia mendekap erat bayinya agar tidak terbawa ombak dan arus laut Klandasan Ulu.

“Kalau anak saya yang ini bisa berenang,” ucapnya.

Tiang Rumah Patah

Atun mengungkapkan, saat kejadian terdapat 10 anggota keluarga yang berada sekitar rumah. Mereka berkumpul dalam ruang tamu karena sejak subuh sudah mengantisipasi kemungkinan rumah roboh.

Gelombang Pasang Robohkan 3 Rumah di Klandasan Ulu Balikpapan

“Memang kami sudah berjaga-jaga. Jam 3 saya lihat rumah sudah turun separuh. Ternyata ada lima tiang yang patah,” ungkapnya.

Menurut Atun, keluarganya bahkan telah berencana membongkar rumah tersebut karena kondisinya yang membahayakan.

Meski seluruh penghuni selamat, beberapa anggota keluarga mengalami luka ringan akibat terkena paku, papan, dan seng.

“Alhamdulillah semua selamat. Orang tua juga sehat. Paling hanya luka-luka ringan karena kena paku, papan, dan seng saat menyelamatkan anak-anak,” tuturnya.

Seluruh korban telah mendapatkan penanganan oleh tim kesehatan. Termasuk pendataan dan penanganan sementara melalui BPBD Balikpapan. (bro2)

Anggaran BPJS Ketenagakerjaan Pekerja Rentan Balikpapan Naik, Peserta Turun