BALIKPAPAN
Beranda / DAERAH / BALIKPAPAN / Menata Wajah Kota, DPRD Balikpapan Percepat Perda Kabel Bawah Tanah

Menata Wajah Kota, DPRD Balikpapan Percepat Perda Kabel Bawah Tanah

Kabel besar yang menggantung di simpang Balikpapan Baru. DPRD Balikpapan mendorong percepatan perda kabel bawah tanah. Program dimulai di jalan protokol untuk wujudkan kota rapi dan modern. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Dari hiruk pikuk kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), satu langkah pembenahan mulai disiapkan. Kabel-kabel yang selama ini menggantung di udara, semrawut di sepanjang jalan, perlahan akan “diturunkan” ke bawah tanah.

Gagasan itu kini memasuki fase penentuan. DPRD Balikpapan menegaskan percepatan pengesahan peraturan daerah menjadi kunci agar program ini bisa segera berjalan.

Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, menyebut seluruh kajian telah rampung. Tidak ada lagi perdebatan teknis. Yang tersisa hanya satu pintu, yaitu regulasi.

“Tinggal menunggu perda agar bisa langsung kita jalankan,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Langkah awal tidak akan menyasar seluruh kota sekaligus. Pemerintah Kota Balikpapan memilih memulai dari ruas strategis, seperti Jalan MT Haryono dan Jalan Ahmad Yani. Dua koridor ini akan menjadi wajah pertama perubahan, sekaligus tolok ukur keberhasilan.

Syarat dan Cara Buat e-KTP Balikpapan 2026, Ini Panduannya

Dari balik proyek ini, tersimpan visi yang lebih besar. Bukan sekadar memindahkan kabel, tetapi membangun wajah kota yang lebih rapi, modern, dan aman.

Selama ini, kabel udara kerap menjadi sumber persoalan. Selain mengganggu estetika, keberadaannya rawan terdampak cuaca ekstrem dan berpotensi membahayakan keselamatan. Dengan sistem bawah tanah, maka dapat menekan risiko tersebut.

Namun, perubahan besar selalu datang bersama tantangan. Biaya pembangunan menjadi salah satu isu utama. Infrastruktur bawah tanah membutuhkan perencanaan matang dan investasi besar.

“Anggaran masih menjadi perhatian. Kita sedang mencari skema terbaik agar tidak membebani keuangan daerah,” jelas Yusri. (bro2)

Industri Tahu Tempe Balikpapan Butuh Kedelai 450 Ton Sebulan