BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DPPP) Kota Balikpapan menemukan tujuh sapi kurban yang terindikasi mengandung cacing hati. Perangkat daerah ini menemukan kasus itu pada lima lokasi penyembelihan hewan kurban saat perayaan Iduladha 1447 Hijriah.
Kepala Bidang Kehewanan dan Peternakan DPPP Balikpapan, Mohamad Bisri, mengatakan temuan tersebut berdasarkan hasil pengawasan dan pemeriksaan oleh tim lapangan.
“Sampai hari ini, dari laporan tim pengawas dan pemeriksa, ada lima lokasi yang masih terindikasi terdapat cacing hati,” kata Bisri, Jumat (29/5/2026).
Bisri menjelaskan jumlah sapi yang mengandung cacing hati mencapai tujuh ekor dan tersebar pada beberapa wilayah Kota Balikpapan. Namun, pihaknya tidak mempublikasikan nama masjid atau lokasi secara rinci.
“Kalau lokasi masjidnya saya tidak bisa sebutkan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan, temuan tersebut tersebar pada Kecamatan Balikpapan Tengah, Balikpapan Kota, Balikpapan Selatan, dan Balikpapan Utara.
Meski demikian, Bisri menegaskan kondisi tersebut tidak membahayakan kesehatan selama manusia tidak mengonsumsi bagian hati yang terinfeksi.
“Dagingnya secara umum aman. Cacing hati itu predileksinya memang pada organ hati, jadi bagian hati yang terkena tidak layak konsumsi,” jelasnya.
Ia mengimbau panitia kurban untuk tidak membagikan hati yang mengandung cacing kepada masyarakat. Menurutnya, meskipun cacing dapat mati melalui proses pemanasan yang cukup, organ hati yang telah terinfeksi sebaiknya tetap dimusnahkan.
“Kalau ada cacing hati, sebaiknya tidak membagikan hati tersebut kepada mustahik,” tegasnya.
Penyebab Timbulnya Cacing Hati
Bisri menjelaskan penyakit cacing hati umumnya karena pola pemeliharaan ternak yang kurang optimal, terutama sapi yang mencari makan pada area rawa atau mengonsumsi rumput liar yang berpotensi menjadi media siklus hidup parasit.
Selain itu, kurangnya pemberian obat cacing secara rutin juga menjadi faktor utama munculnya kasus tersebut.
“Obat cacing seharusnya menjadi program dasar dalam pemeliharaan ternak. Sama seperti manusia, sapi juga perlu mendapatkan obat cacing secara berkala,” jelasnya.
Secara fisik, sapi yang mengalami infeksi cacing berat biasanya terlihat kondisi bulu yang kusam, mudah rontok, dan berdiri tidak normal. Namun pada banyak kasus, keberadaan cacing hati terungkap setelah penyembelihan hewan dan pemeriksaaan organ hati secara teliti.
“Cacingnya memang mirip warna hati, sehingga memeriksanya harus secara cermat pascapemotongan,” pungkas Bisri. (bro2)

