BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Gelombang tinggi akibat angin selatan mulai berdampak terhadap pasokan hasil tangkapan laut di Balikpapan. Kondisi tersebut memicu kenaikan harga sejumlah komoditas perikanan, mulai dari ikan hingga udang dan cumi-cumi.
Salah seorang pedagang ikan Pasar Klandasan, Lautu, mengatakan kenaikan harga sudah terjadi sejak awal Juli 2026. Menurutnya, fenomena ini merupakan kondisi yang hampir selalu terjadi setiap tahun ketika gelombang laut meningkat.
“Harga ikan agak naik karena gelombang angin selatan. Memang setiap tahun seperti ini,” kata Lautu, Selasa (28/7/2026).
Ia menyebut beberapa jenis ikan yang mengalami kenaikan harga antara lain ikan kakap, barakuda, kembung, dan layang. Ikan layang yang sebelumnya sekitar Rp35 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.
“Kenaikannya rata-rata sekitar Rp5 ribu per kilogram, bahkan ada yang lebih,” ujarnya.
Lautu mengaku kondisi cuaca juga memengaruhi jumlah pembeli. Pasokan ikan yang berkurang membuat harga naik, sementara aktivitas perdagangan ikut melambat.
“Pengaruh sekali. Penjualan sekarang lebih sepi ketimbang sebelumnya,” katanya.
Menurut Lautu, omzet penjualannya ikut menurun. Jika sebelumnya mampu meraih omzet hingga Rp4 juta sampai Rp5 juta per hari, kini hanya berkisar Rp2 juta hingga Rp3 juta.
Harga Cumi Juga Naik
Sementara itu, pedagang udang, Sapar, mengatakan harga udang dan cumi-cumi juga mengalami kenaikan akibat berkurangnya hasil tangkapan nelayan selama musim gelombang tinggi.
“Sekarang harga cumi sekitar Rp90 ribu per kilogram. Udang ada yang Rp90 ribu sampai Rp100 ribu per kilogram,” terang Sapar.
Sebelum gelombang tinggi terjadi, harga cumi berkisar Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram, sedangkan udang ia jual sekitar Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram.
Meski harga mengalami kenaikan, Sapar mengaku kondisi tersebut belum berdampak signifikan terhadap omzet penjualannya.
“Penjualan tetap saja, tidak banyak berubah,” katanya.
Para pedagang berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga aktivitas melaut kembali normal. Dengan pasokan ikan yang kembali stabil, harga tingkat pedagang maupun konsumen bisa kembali turun. (bro2)

