BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Dengan posisi sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus memperkuat identitas dan daya saing daerah. Salah satu langkahnya adalah menyusun blueprint city branding “Gerbang Nusantara” sebagai panduan pembangunan citra daerah yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Bupati PPU, Mudyat Noor menegaskan bahwa city branding adalah strategi pembangunan untuk meningkatkan daya saing daerah.
“Melalui city branding ini kita ingin memperkuat citra daerah, dan meningkatkan daya tarik investasi. Sekaligus juga mendukung pengembangan sektor pariwisata, serta memperluas peluang pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” kata Mudyat Noor, Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, pengembangan city branding memiliki dasar hukum yang kuat, mulai dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah, hingga Peraturan Bupati PPU Nomor 33 Tahun 2025 tentang Logo dan Tagline City Branding “Gerbang Nusantara”.
Mudyat menilai identitas daerah harus dibangun berdasarkan potensi unggulan, karakter wilayah, serta nilai-nilai lokal yang menjadi kekuatan Kabupaten PPU.
Karena itu, penyusunan blueprint city branding juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan arah pembangunan daerah berjalan selaras dan berkelanjutan.
Selain memperkuat citra daerah, kegiatan tersebut menjadi wadah membangun sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Terutama dalam mengembangkan identitas daerah yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.
Bapelitbang Siapkan Program Jangka Pendek
Sementara itu, Kepala Bapelitbang PPU, Ade Rianto, menjelaskan blueprint city branding menempatkan sektor pariwisata, investasi, dan ekonomi kreatif.
“Sebagai fokus utama pengembangan daerah,” kata Ade.
Ia menyebut pihaknya telah mempersiapkan sejumlah program jangka pendek. Mulai dari pengembangan desa wisata berbasis budaya, pembentukan kelembagaan desa wisata, serta pembangunan berbagai fasilitas pendukung.
Fasilitas tersebut meliputi homestay, galeri kerajinan, hingga panggung seni budaya agar mampu meningkatkan daya tarik wisata daerah.
Pemkab PPU juga akan memperkuat promosi melalui platform digital, penyusunan kalender budaya, serta pelatihan pemandu wisata lokal. “Termasuk juga pengelolaan berbagai kegiatan budaya,” imbuhnya.
Pada sektor ekonomi kreatif, Pemkab PPU telah membentuk Komite Ekonomi Kreatif Daerah sebagai langkah awal. Tujuannya untuk mengembangkan potensi ekonomi berbasis kreativitas masyarakat.
“Ke depan akan ada penguatan regulasi, pembangunan ruang kreatif, promosi produk lokal, hingga pelatihan desain kreatif, konten digital, dan branding produk lokal,” jelasnya.
Tak hanya berfokus pada sektor ekonomi, blueprint city branding juga mencakup revitalisasi ruang publik untuk menciptakan wajah kota yang lebih menarik, nyaman, dan representatif.
Melalui penyusunan blueprint tersebut, Pemerintah Kabupaten PPU berharap identitas “Garuda Nusantara” mampu menjadi simbol kebanggaan daerah sekaligus motor penggerak pembangunan berkelanjutan menuju PPU sebagai Gerbang Nusantara.

