EKONOMI
Beranda / EKONOMI / Harga Emas Perhiasan Anjlok Dalam, Penjualan di Balikpapan Melambat

Harga Emas Perhiasan Anjlok Dalam, Penjualan di Balikpapan Melambat

Harga emas perhiasan di Balikpapan turun sekitar Rp650 ribu dalam dua bulan terakhir. Namun, penjualan toko emas justru ikut melambat. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Harga emas perhiasan di Balikpapan mengalami penurunan dalam dua bulan terakhir. Kondisi tersebut turut berdampak pada aktivitas penjualan pada sejumlah toko emas yang kini cenderung melambat.

Salah seorang penjual emas perhiasan dari Toko Emas Nirwana, Herman, mengatakan harga emas saat ini berada pada kisaran Rp1,85 juta hingga Rp2 juta per gram. Angka tersebut lebih rendah ketimbang beberapa waktu lalu.

“Saat ini harga emas sekitar Rp1.850.000 sampai Rp2.000.000 per gram. Memang sedang turun,” kata Herman,” Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, tren penurunan harga mulai terjadi sekitar dua bulan terakhir. Selama periode tersebut, harga emas perhiasan telah terkoreksi sekitar Rp650 ribu.

“Turunnya sudah sekitar dua bulan. Kalau dari sebelumnya, penurunannya sekitar Rp650 ribu,” ujarnya.

BAZMA Pertamina Balikpapan Ringankan Beban 300 Pelajar

Meski demikian, Herman mengaku belum mengetahui secara pasti faktor yang menyebabkan harga emas mengalami penurunan. Ia hanya mengikuti informasi harga dari pemasok.

“Kalau penyebabnya saya kurang tahu. Informasi yang kami terima memang harga dari sananya seperti itu,” katanya.

Penurunan harga emas ternyata belum mampu mendongkrak minat masyarakat untuk berbelanja. Herman menyebut penjualan justru mengalami penurunan ketimnbang beberapa bulan lalu.

“Dampaknya ke penjualan juga terasa. Penjualan sekarang sedang menurun,” ungkapnya.

Selain penjualan, Herman mengatakan tokonya yang berlokasi Pasar Klandasan, juga tidak melayani layanan gadai. Usaha yang ia jalankan hanya melayani penjualan serta pembelian kembali (buyback) emas perhiasan dari pelanggan.

PHM Dongkrak Ekonomi Sirkular, Sampah Organik Jadi Pakan Bebek

“Kami tidak menerima gadai. Pelayanan kami hanya jual dan terima kembali barang dari pelanggan,” jelas Herman. (bro2)