BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Empat tahun berlalu sejak pelatihan menjahit, namun para difabel Kota Balikpapan masih merasakan manfaatnya. Bukan hanya mesin jahit yang tetap beroperasi, tetapi juga tumbuh kemandirian anggota komunitas. Bahkan kini mampu menghasilkan karya dari keterampilan yang mereka pelajari.
Program tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN UID Kaltimra. PLN memberikan pelatihan menjahit beserta peralatannya kepada Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Balikpapan.
Ketua PPDI Balikpapan, Sugiyanto, mengatakan manfaat terbesar dari program tersebut bukan sekadar bantuan sarana. Ia juga menyebut para anggota memiliki kemampuan baru.
“Alhamdulillah teman-teman masih menggunakan mesin jahit sampai sekarang, dan terus mengasah kemampuan mereka,” ujarnya, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Sugiyanto, pelatihan dari PLN menjadi langkah awal bagi para peserta untuk mengenal keterampilan menjahit yang sebelumnya belum mereka kuasai.
Dari sekitar 30 peserta yang mengikuti pelatihan dasar saat itu, sejumlah anggota kini telah mampu menjahit secara mandiri. Kompetensi mereka bahkan terus berkembang.
“Alhamdulillah sudah ada beberapa teman yang sekarang bisa menjahit, dari yang tadinya tidak bisa sama sekali,” katanya.
Baginya, perkembangan tersebut membuktikan bahwa difabel memiliki peluang yang sama untuk berkembang. Terutama ketika memeroleh kesempatan, pendampingan, dan dukungan yang memadai.
Ia menilai program PLN tidak berhenti pada pemberian bantuan semata, tetapi mampu menciptakan manfaat jangka panjang. Keterampilan para anggota, lanjut Sugiyanto, menjadi modal penting untuk meningkatkan kemandirian. Sekaligus juga membuka peluang ekonomi untuk masa depan.
“Program ini telah memberikan manfaat yang nyata bagi teman-teman difabel,” imbuhnya.
PLN Fokus Pemberdayaan Masyarakat
Sementara itu, General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam menjalankan program TJSL.
Menurutnya, keberhasilan sebuah program tidak hanya dari pemberian bantuan, tetapi dari sejauh mana manfaat tersebut mampu berkembang dan memberikan dampak berkelanjutan.
“Kami bersyukur program yang berjalan sejak beberapa tahun lalu masih memberikan dampak positif hingga saat ini. Cerita dari PPDI Balikpapan menunjukkan bahwa ketika masyarakat menerima kesempatan dan dukungan yang tepat, mereka mampu berkembang, meningkatkan keterampilan, dan menjadi lebih berdaya,” ujar Chaliq.
Ia menambahkan, keberlanjutan manfaat untuk anggota PPDI Balikpapan menjadi bukti bahwa program pemberdayaan yang tepat sasaran dapat memberikan dampak sosial yang kuat dalam jangka panjang.
Karena itu, PLN UID Kaltimra berkomitmen terus menghadirkan berbagai program TJSL yang berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat, mendorong kemandirian, serta memperkuat kualitas hidup warga Kaltim dan Kaltara. (bro2)


