BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan memperkuat peran daerah sebagai pusat logistik utama penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Salah satunya melalui optimalisasi jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II Selat Makassar.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, mengatakan posisi geografis Balikpapan menjadi modal penting dalam mendukung distribusi logistik nasional maupun pembangunan IKN.
“Geografis Balikpapan ini unggul, punya pelabuhan internasional aktif yang langsung berhadapan dengan ALKI II,” kata Rahmad, Kamis (21/5/2026).
Menurut Rahmad, keberadaan jalur pelayaran internasional tersebut membuat kapal-kapal besar dapat langsung masuk ke Balikpapan, sehingga memperkuat peran strategis pelabuhan Kota Minyak.
“Peran pelabuhan kita sangat krusial dalam mendukung distribusi logistik, baik untuk kebutuhan IKN maupun wilayah Kalimantan secara umum,” ujarnya.
Rahmad melihat tingginya arus perdagangan laut Selat Makassar sebagai peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. Sektor kepelabuhanan dan logistik bakal menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi Balikpapan.
“Tentunya seiring pembangunan infrastruktur besar-besaran untuk kawasan IKN,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, sekitar 90 persen distribusi barang nasional masih bergantung pada transportasi laut menggunakan kapal kontainer. “Saat ini sebagian besar distribusi barang nasional masih bergantung pada transportasi laut,” tukasnya.
Keberadaan Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal (KKT) dan Pelabuhan Semayang menjadi aset vital untuk menampung peningkatan arus logistik menuju Kalimantan dan IKN.
Mudahkan Regulasi Investasi
Selain penguatan infrastruktur pelabuhan, Pemerintah Kota Balikpapan juga terus menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui kemudahan regulasi bagi pelaku usaha logistik.
“Ya dengan memperkuat sinergi bersama otoritas pelabuhan dan sektor swasta untuk memastikan kesiapan infrastruktur darat maupun laut,” jelasnya.
Rahmad menegaskan, berbagai strategi tersebut agar masyarakat Balikpapan dapat merasakan dampak ekonomi dari pembangunan IKN.
“Supaya masyarakat Balikpapan tidak hanya menjadi penonton dari pesatnya perkembangan ekonomi yang IKN bawa,” tegasnya.
Optimalisasi ALKI II, lanjutnya, agar mampu menekan biaya logistik dan mempercepat distribusi barang menuju kawasan IKN maupun wilayah Kalimantan lainnya.
“Kontainer pasti lewat kapal, bukan pesawat. Karena itu kesiapan pelabuhan menjadi kunci memenangkan peluang ekonomi dari pembangunan IKN,” pungkas Rahmad. (bro2)

