KALTIM
Beranda / TOPIK / KALTIM / Cegah Stunting, BKKBN Kaltim Prioritaskan Perbaikan Rumah dan Sanitasi

Cegah Stunting, BKKBN Kaltim Prioritaskan Perbaikan Rumah dan Sanitasi

Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Sunarto menjelaskan tentang prioritas perbaikan rumah tidak layak huni, sanitasi, dan akses air bersih dalam Program Genting untuk mencegah stunting. (Istimewa)

BERANDAPOST.COM, SAMARINDA – Mencetak generasi unggul tidak hanya bergantung pada pendidikan dan pemenuhan gizi. Lingkungan tempat tinggal yang sehat, kondisi ekonomi keluarga yang stabil, serta ketahanan keluarga yang kuat juga menjadi faktor penting dalam tumbuh kembang anak.

Pandangan tersebut menjadi dasar berbagai program dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.

Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Sunarto, mengatakan pembangunan keluarga merupakan fondasi utama untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, dan berkualitas. Menurutnya, pembentukan generasi unggul tidak dapat secara instan karena membutuhkan proses yang panjang dan berkelanjutan.

“Ada prosesnya. Mulai dari penguatan ketahanan keluarga, peningkatan kualitas keluarga, hingga pengentasan kemiskinan,” katanya, Minggu (7/6/2026).

Salah satu upaya adalah Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), untuk membantu keluarga kurang mampu yang memiliki anak berisiko stunting maupun yang telah mengalami stunting.

Jumat ASRI, Ditpolairud Polda Kaltim Bersihkan Pantai Kilang Mandiri

“Melalui Genting, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang secara finansial belum beruntung,” ujarnya.

Target Nasional Terlampaui

Sunarto mengungkapkan Program Genting berhasil mencatat capaian positif sepanjang 2025. Dari target nasional sebanyak satu juta sasaran penerima intervensi, realisasinya mencapai sekitar 1,4 juta penerima manfaat seluruh Indonesia.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap upaya pencegahan dan penanganan stunting.

“Capaian tersebut menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap upaya percepatan penurunan stunting,” tukasnya.

Memasuki 2026, Program Genting kembali menjadi salah satu program prioritas dengan target menjangkau satu juta sasaran. Namun pendekatan yang dilakukan kini lebih komprehensif dan tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi.

Disdikbud Kaltim Ganti Guru Honorer Melalui Tenaga Pengganti

Sunarto menjelaskan salah satu penyebab utama stunting adalah infeksi berulang yang sering terjadi akibat lingkungan tempat tinggal yang kurang sehat.

“Jangan lupa bahwa salah satu penyebab stunting adalah infeksi berulang. Jika kondisi rumah tidak layak huni dan sanitasinya tidak memenuhi standar kesehatan, maka risiko infeksi akan semakin tinggi,” terangnya.

Utamakan Rumah Layak dan Sanitasi

Karena itu, BKKBN kini memprioritaskan intervensi melalui perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penyediaan sanitasi yang memadai, pembangunan jamban sehat, serta akses air bersih bagi keluarga sasaran.

Pemenuhan kebutuhan gizi tetap menjadi bagian penting program, namun harus bersamaan dengan perbaikan faktor lingkungan yang memengaruhi kesehatan anak.

“Jika menjadi prioritas, maka yang pertama adalah RTLH, kedua sanitasi dan akses air bersih, baru kemudian intervensi gizi,” ujarnya.

Hari Lahir Pancasila 2026, Kapolda Kaltim: Perkuat Nilai Kebangsaan

Selain fokus pada pencegahan stunting, BKKBN juga terus menjalankan program edukasi keluarga serta memperkuat Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).

Program tersebut bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga agar mampu memenuhi kebutuhan dasar, termasuk kebutuhan nutrisi anak.

“Tentunya terus mendorong peningkatan ekonomi keluarga agar kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi, termasuk pemenuhan nutrisi yang cukup bagi anak-anak. Dengan demikian, upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Melalui pendekatan yang menyentuh aspek kesehatan, lingkungan, dan ekonomi keluarga, BKKBN berharap upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih menyeluruh sekaligus menciptakan generasi yang sehat, tangguh, dan berdaya saing pada masa depan.