BERANDAPOST.COM, TANA PASER – Tim gabungan memastikan kebutuhan dasar korban kebakaran Desa Muara Adang, Kabupaten Paser terpenuhi. Sekaligus memberi layanan dukungan psikososial (LDP) pada lokasi pengungsian. Penanganan berjalan sejak sehari setelah kebakaran terjadi.
Kebakaran pada 26 Februari 2026 meludeskan 45 rumah dan berdampak pada 58 kepala keluarga atau 173 jiwa. Sejak 27 Februari, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) turun langsung melakukan penanganan intensif.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial dari Dinas Sosial Kaltim, Achmad Rasyidi, menegaskan kegiatan tidak hanya berfokus pada dapur umum.
“Kegiatan hari ini masak sekaligus kegiatan LDP,” ungkap Achmad Rasyidi, Senin (2/3/2026).
Ia menjelaskan, LDP menjadi aspek krusial dalam penanganan pascabencana. Selain kebutuhan fisik, kondisi psikologis penyintas perlu mendapat perhatian agar proses pemulihan berjalan lebih cepat.
Menurutnya, korban sering mengalami syok, panik, hingga mati rasa emosional sesaat setelah bencana. Dalam kondisi tersebut, dukungan awal membantu menstabilkan mental mereka.
“LDP berfungsi membantu korban setidaknya merasa lebih aman dan terkendali, serta memberi ruang bagi korban untuk menyadari bahwa reaksi emosional mereka seperti menangis, marah, atau takut adalah hal yang wajar dalam situasi yang tidak wajar,” jelasnya.
Ia menambahkan, layanan psikososial juga mencegah dampak jangka panjang. Tanpa pendampingan tepat, trauma ringan bisa berkembang menjadi gangguan serius yang menghambat pemulihan.
Tim gabungan bahkan terus memantau kondisi penyintas sambil memastikan kebutuhan logistik dan dukungan mental berjalan seimbang. Upaya ini guna membantu korban bangkit dan kembali menata kehidupan secara bertahap. (bro2)



