KALTIM
Beranda / TOPIK / KALTIM / Kapolda Kaltim Tekankan Etika dalam Kepemimpinan di Dialog Kebangsaan

Kapolda Kaltim Tekankan Etika dalam Kepemimpinan di Dialog Kebangsaan

Kapolda Kaltim tekankan pentingnya etika dan integritas dalam kepemimpinan saat Dialog Kebangsaan di Sespim Polri Lembang. (Istimewa)

BERANDAPOST.COM, LEMBANG – Etika menjadi fondasi utama dalam tugas kepolisian yang terus berkembang. Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menyampaikan pesan tersebut saat menjadi narasumber dalam Dialog Kebangsaan di Sespim Polri di Lembang.

Dalam Dialog Kebangsaan bertema penguatan integritas nasional, Endar Priantoro menekankan bahwa kepemimpinan tidak hanya soal kewenangan, tetapi juga moral dan tanggung jawab.

“Etika dan moral harus menjadi landasan dalam setiap pengambilan keputusan,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, peran Polri saat ini semakin kompleks. Tidak hanya menyelesaikan persoalan teknis, tetapi juga menjaga kepercayaan publik.

Perubahan itu menuntut pendekatan baru. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci untuk menjaga stabilitas sosial sekaligus memperkuat legitimasi institusi.

Jemaah Haji Embarkasi Balikpapan Wafat usai City Tour Madinah

Endar juga menyoroti bahwa reformasi Polri tidak berhenti pada struktur. Perubahan budaya menjadi tantangan terbesar, karena berkaitan langsung dengan karakter dan integritas individu.

“Reformasi kultural tidak bisa instan. Ini menyangkut etika dan kepribadian,” jelasnya.

Ia mengingatkan, integritas bukan hanya slogan. Ia harus tercermin dalam sikap sehari-hari, terutama bagi para calon pemimpin.

Dalam konteks lebih luas, penguatan integritas juga berkaitan dengan upaya menekan korupsi. Kepercayaan masyarakat hanya bisa tumbuh jika aparat mampu menjaga transparansi dan konsistensi.

Endar menegaskan, pemimpin harus mampu menjadi teladan. “Harus jujur, konsisten, dan bisa menjadi contoh bagi anggota,” tegasnya.

Pangdam VI Mulawarman Tekankan Profesionalisme Prajurit di Kutai Timur

Sebagai pedoman, ia kembali mengingatkan nilai klasik yang tetap relevan, yakni Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani. (bro2)