BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Tekanan fiskal mulai terasa. Transfer pusat menurun. Pemerintah Kota Balikpapan pun mulai merancang agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) tetap tumbuh.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, melihat kondisi ini sebagai momentum. Bukan sekadar tantangan, tetapi peluang untuk menggali sumber pendapatan baru.
Menurutnya, Pemkot bersama Bappeda dan DPRD Balikpapan mulai memetakan potensi. Fokus utama tertuju pada aset daerah yang selama ini belum memberi nilai optimal.
“Aset kita banyak, tapi belum semua memberi manfaat ekonomi maksimal,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Langkah pertama yang Pemkot Balikpapan mulai adalah sertifikasi. Mengurus kepastian hukum agar bisa menawarkan aset ke investor.
“Setelah itu, skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) menjadi pilihan utama,” jelasnya.
Bagus menyebut kawasan Kariangau menjadi salah satu contoh. Lahan luas dengan potensi besar kini dalam proses peningkatan status menjadi Hak Pengelolaan Lahan (HPL). Jika rampung, kawasan ini siap menarik investasi.
Cerita sukses sebenarnya sudah ada. Novotel Balikpapan berdiri di atas aset pemerintah kota. Model kerja sama seperti ini yang Bagus nilai efektif dan akan diperluas.
Ke depan, peluang terbuka untuk sektor lain. Hotel, rumah sakit, hingga fasilitas komersial masuk dalam daftar pengembangan. Semua arahnya adalah untuk menambah nilai ekonomi tanpa membebani anggaran daerah.
Bagus juga menekankan, kunci keberhasilan ada pada sinergi. Pemerintah, DPRD, dan masyarakat harus berjalan seirama.
“Kalau semua bergerak bersama, aset daerah bisa jadi kekuatan besar untuk masa depan Balikpapan,” pungkasnya. (bro2)

