BERANDAPOST.COM, TANJUNG PINANG – Proyek pengembangan lapangan migas Manpatu PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mencatat kemajuan penting dengan terlaksananya seremoni load out dan sail away topside pada 17 April 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di fasilitas fabrikasi milik PT Meindo Elang Indah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, sebagai lanjutan dari tahap sail away jacket yang telah berlangsung sebelumnya.
Tahap load out dan sail away topside merupakan proses berisiko tinggi yang membutuhkan ketelitian serta koordinasi teknis yang kuat. Keberhasilan ini menandai kesiapan proyek untuk memasuki fase instalasi wilayah operasi lepas pantai Balikpapan.
Topside dengan bobot sekitar 1.000 ton diangkut menggunakan kapal tongkang dan akan menempuh perjalanan sekitar 1.930 kilometer menuju lokasi proyek. Perjalanan tersebut berlangsung selama 15 hari.
Fasilitas ini nantinya berfungsi sebagai pusat pengolahan, pengeboran, sistem kontrol, utilitas, serta akomodasi pekerja anjungan lepas pantai. Proyek ini memiliki kapasitas desain mencapai 80 juta standar kaki kubik gas per hari (mmscfd).
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyebut proyek ini berkontribusi penting dalam menjaga lifting migas daerah. Ia juga mengapresiasi keterlibatan ratusan tenaga kerja asal Kaltim dalam proyek tersebut.
Sementara itu, General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menegaskan keberhasilan tahap ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah, kontraktor, dan mitra kerja.
“Proyek ini bagian dari kontribusi nyata terhadap ketahanan energi nasional. Kami harus terus berinovasi dan menjaga keunggulan operasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (21/4/2026).
Sekilas tentang Proyek Manpatu
Proyek Manpatu sendiri merupakan proyek fast track yang berlangsung sejak penemuan sumur eksplorasi pada 2022, kemudian berlanjut tahap desain hingga konstruksi. Secara keseluruhan, proyek mencakup pembangunan anjungan baru, pemasangan pipa bawah laut sepanjang 2,5 kilometer, serta pengeboran 11 sumur pengembangan.
Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia, Sunaryanto, menegaskan proyek ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan energi nasional.
Ia juga menekankan komitmen perusahaan terhadap keselamatan kerja, dengan capaian lebih dari dua juta jam kerja tanpa kecelakaan hingga Maret 2026.
Proyek Manpatu targetnya mulai berproduksi (onstream) pada kuartal I 2027, dengan pengeboran perdana kuartal IV 2026. (bro2)

