BALIKPAPAN
Beranda / DAERAH / BALIKPAPAN / Balikpapan Kembangkan Kelurahan Inklusif, Perkuat Kemandirian Difabel

Balikpapan Kembangkan Kelurahan Inklusif, Perkuat Kemandirian Difabel

Kepala Bappeda Litbang Kota Balikpapan, Murni. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Upaya menghadirkan kota yang ramah bagi semua terus mendapatkan penguatan. Pemerintah Kota Balikpapan mendorong program inklusi agar para difabel mendapat akses setara dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Melalui program Kelompok Difabel Kelurahan (KDK), Balikpapan membangun model kelurahan inklusif. Program ini berjalan bersama Australia sebagai proyek percontohan.

Kepala Bappeda Litbang Kota Balikpapan, Murni, menjelaskan tujuan utama program tersebut.

“Prinsipnya adalah bagaimana para difabel dapat mengakses seluruh layanan publik, termasuk layanan sosial dan ekonomi,” kata Murni, Senin (27/4/2026).

Program ini membawa pendekatan baru. Fokus tidak lagi sebatas bantuan fisik, tetapi mendorong kemandirian melalui pendampingan berkelanjutan.

Bukan El Nino, Bendali Telagasari Balikpapan Sengaja Dikeringkan

“Kami ingin difabel mandiri. Bantuan seperti kursi roda hanya sebagian kecil. Yang utama adalah intervensi agar mereka mampu berdiri sendiri,” tegasnya.

Implementasi sudah berjalan dalam berbagai sektor. Pada bidang ketenagakerjaan, tersedia Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang membantu akses kerja bagi difabel.

Sedangkan sektor ekonomi, Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Balikpapan mewajibkan penyediaan stan khusus bagi pelaku usaha difabel dalam setiap pameran.

“Sekarang difabel wajib terfasilitasi tenan dalam setiap event agar bisa berdaya secara ekonomi,” tambah Murni.

Dukungan juga hadir melalui prioritas layanan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Selain itu, pemerintah memfasilitasi pendidikan melalui program kejar paket.

PHKT dan Dubes Australia Gelar ANZAC Day di Balikpapan

Saat ini, program kelurahan inklusif berjalan untuk enam kelurahan dalam Kecamatan Balikpapan Kota dan Balikpapan Selatan. Perluasan masih terkendala kesiapan sumber daya manusia dari komunitas difabel.

“Syaratnya pengurus harus dari kalangan difabel. Namun belum semua siap, sehingga kami optimalkan dulu untuk enam kelurahan,” jelasnya.

Program yang mulai berjalan sejak 2022 ini telah masuk dalam RPJMD Kota Balikpapan dengan fokus inklusi. (bro2)