BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Dugaan kekerasan dalam daycare Yogyakarta mendorong Pemerintah Kota Balikpapan meningkatkan kewaspadaan. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan memperkuat pembinaan dan pengawasan layanan penitipan anak.
Pelaksana tugas DP3AKB, Nursyamsiarni Djufril Larose, menyebut kasus tersebut menjadi bahan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak terjadi.
“Pengelolaan daycare harus mengacu pada standar yang berlaku,” katanya, Jumat (1/5/2026).
Hal ini sejalan dengan program “Tamasya” (Taman Asuh Sayang Anak) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang menekankan kualitas pengasuhan.
Untuk tingkat daerah, DP3AKB bahkan telah menggelar workshop pemenuhan hak anak bagi pengelola daycare. Program ini akan berlanjut dengan sosialisasi lanjutan yang kini dalam tahap persiapan.
“Ini bagian dari upaya kami untuk memberikan pemahaman sekaligus contoh pengelolaan yang sesuai standar,” kata Nursyamsiarni.
Ia juga menyebut Balikpapan telah memiliki sejumlah daycare yang memenuhi standar, salah satunya yang merupakan kelolaan Koperasi Beriman dengan beberapa titik layanan.
Selain pembinaan, pengawasan juga mendapat penguatan melalui pemenuhan sarana, termasuk pemasangan kamera pengawas atau CCTV real-time. Bahkan CCTV juga harus tersambung ke perangkat atau gawai orang tua.
“CCTV menjadi bagian penting dalam sistem pengawasan,” tegasnya.
Nursyamsiarni menambahkan standar daycare tidak hanya mencakup fasilitas fisik, tetapi juga administrasi serta sistem pengasuhan. (bro2)

