BERANDAPOST.COM, TANA PASER – Aktivitas pembangunan berlangsung intens dalam kawasan proyek Gardu Induk (GI) Grogot. PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur mempercepat proyek penguatan interkoneksi listrik Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.
PLN UIP KLT melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1 yang melaksanakan proyek ini. Fokus pekerjaan berada pada pembangunan Extension 2 Line Bay menuju GI Sei Durian.
Tahapan konstruksi kini memasuki fase krusial, yakni pemasangan dan penyelarasan peralatan utama. Berbagai komponen vital seperti Disconnecting Switch, Circuit Breaker, Current Transformer, hingga Lightning Arrester terpasang dengan presisi tinggi.
Pemasangan konduktor busbar juga berlangsung sebagai bagian penting dalam menghubungkan aliran daya antar sistem kelistrikan Kalimantan.
General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menyebut proyek ini menjadi solusi atas meningkatnya kebutuhan listrik wilayah tersebut.
“Kami sedang membangun jalur alternatif yang kuat. Dengan koneksi dari GI Grogot menuju GI Sei Durian, sistem kelistrikan memiliki fleksibilitas lebih tinggi. Jika terjadi gangguan pada satu jalur, pasokan tetap terjaga,” tegasnya dalam keterangan resmi, Minggu (3/5/2026).
Selama ini, sistem transmisi Kalimantan Selatan ke Kalimantan Timur masih bergantung pada jalur utama GI Tanjung menuju GI Kuaro. Kehadiran jalur baru agar meningkatkan keandalan sistem dan mengurangi risiko pemadaman.
Sementara itu, Manager UPP KLT 1, I Made Gita Prawira, menegaskan seluruh pekerjaan berlangsung dengan standar keselamatan tinggi.
“Ini pekerjaan presisi. Setiap tahapan harus sesuai perhitungan. Tim memastikan seluruh pengujian berjalan baik sebelum proses energize,” jelasnya.
Proyek konsorsium KSO Usaha Bakti Perkasa-PT Mahameru Energi Semesta ini menunjukkan progres positif sejak berlangsung pada pertengahan April 2026. (bro2)

