BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Antrean kendaraan angkutan logistik pada sejumlah SPBU Kota Balikpapan memantik perhatian berbagai pihak. Aspirasi sopir truk dan mahasiswa soal pasokan Biosolar subsidi akhirnya mendorong evaluasi bersama antara pemerintah, regulator, dan Pertamina.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan penyaluran Biosolar terus berjalan optimal dan sesuai ketentuan pemerintah.
Sebagai tindak lanjut atas aspirasi yang muncul dalam aksi pada Senin (4/5/2026), audiensi bersama pada Rabu (6/5/2026) melibatkan DPRD Kota Balikpapan, mahasiswa, perwakilan sopir truk, serta BPH Migas selaku regulator.
Pertemuan tersebut membahas kondisi penyaluran Biosolar pada sejumlah SPBU Kota Balikpapan. Sekaligus mencari langkah agar distribusi BBM subsidi lebih tepat sasaran dan efektif.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan bahwa BPH Migas akan mengevaluasi kuota pasokan Biosolar pada SPBU KM 13 dan SPBU KM 15.
“Kedua SPBU ini melayani distribusi selama 24 jam,” kata Edi Mangun dalam keterangan resmi, Sabtu (9/5/2026).
Selain itu, regulator juga akan mengevaluasi usulan penambahan SPBU penyalur Biosolar dari Pemerintah Kota Balikpapan. Usulan penambahan tersebut saat ini masih dalam proses secara administratif.
“Pertamina pada prinsipnya mendukung langkah-langkah evaluasi bersama para pemangku kepentingan agar penyaluran Biosolar untuk Kota Balikpapan dapat semakin optimal. Sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, dan penyaluran berjalan lebih tepat sasaran,” ujar Edi.
Distribusi Biosolar
Pada sisi lain, Pertamina mulai meningkatkan pasokan sejak Senin (4/5/2026) guna menjaga kelancaran distribusi.
Untuk SPBU KM 13, pasokan Biosolar meningkat menjadi 64 kiloliter per hari atau sekitar 160 persen dari kuota harian sebelumnya. Sedangkan SPBU KM 15 menerima tambahan hingga 40 kiloliter per hari atau sekitar 162,5 persen dari kuota harian.
Meski pasokan bertambah, Pertamina menegaskan distribusi tetap harus terukur agar kuota subsidi pemerintah dapat mencukupi hingga akhir tahun dan benar-benar tepat sasaran.
“Kami terus berupaya menjaga ketersediaan stok dan kelancaran penyaluran agar aktivitas masyarakat, khususnya sektor transportasi dan logistik, tetap berjalan optimal,” tambah Edi.
Pertamina juga mengajak pemerintah daerah, aparat penegak hukum, mahasiswa, sopir truk, hingga masyarakat untuk bersama-sama mengawasi distribusi Biosolar subsidi agar tepat sasaran.
Melalui penerapan sistem QR Code Subsidi Tepat, pengawasan distribusi diharapkan semakin terkontrol sekaligus meminimalisir potensi penyalahgunaan BBM subsidi. (bro2)

