NASIONAL
Beranda / TOPIK / NASIONAL / El Nino Picu Karhutla, Sensor Kebakaran Aktif di IKN

El Nino Picu Karhutla, Sensor Kebakaran Aktif di IKN

Otorita IKN memperkuat mitigasi karhutla dan El Niño 2026 melalui sensor kebakaran, command center, pos damkar, dan kolaborasi masyarakat di IKN. (Humas Otorita IKN)

BERANDAPOST.COM, NUSANTARA – Ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino menjadi perhatian serius Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Di tengah pembangunan besar-besaran kawasan ibu kota baru, Otorita IKN juga memperkuat sistem mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis teknologi.

Berdasarkan paparan BMKG pada April 2026, musim kemarau untuk kawasan IKN tahun ini berada pada kategori bawah normal. Curah hujan selama kemarau bakal lebih rendah dari rata-rata tahunan.

Puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2026 dengan curah hujan hanya berkisar 0 hingga 20 milimeter. Sejumlah titik panas juga mulai terdeteksi dalam kawasan Sepaku, Samboja, Muara Jawa, dan sekitar Mentawir.

Menghadapi potensi tersebut, Otorita IKN menyiapkan strategi pengendalian karhutla mulai dari tahap pencegahan, kesiapsiagaan, deteksi dini, pemadaman, hingga penanganan pascakebakaran.

Pada tahap pencegahan, Otorita IKN memperkuat regulasi dan standar operasional penanganan karhutla. Termasuk menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui sosialisasi hingga pendekatan kegiatan keagamaan seperti dakwah lingkungan.

Otorita IKN Pamerkan Pembangunan Nusantara di IEE Series

Selanjutnya, Otorita IKN memperketat pengawasan kawasan rawan kebakaran untuk mencegah munculnya titik api baru selama musim kemarau berlangsung.

Selain itu, Otorita IKN mulai mengoptimalkan teknologi sensor kebakaran hutan pada tujuh kawasan delineasi IKN yang memiliki potensi karhutla tinggi. Seluruh sistem pemantauan terhubung langsung dengan command center yang terintegrasi bersama sistem panggilan darurat dan panic button.

“Guna mempercepat respons penanganan,” kata Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, Kamis (14/3/2026).

Penguatan Pos Damkar

Selain memperkuat teknologi pemantauan, kesiapan pemadaman juga mendapatkan peningkatan melalui penyediaan pos pemadam kebakaran pada lima lokasi strategis. Mulai dari Maridan, Sepaku, Samboja, Loa Janan, dan Muara Jawa, termasuk pos damkar kawasan KIPP IKN.

Kemudian, Otorita IKN juga telah memetakan sumber-sumber air kawasan delineasi untuk memastikan pasokan air tetap tersedia saat proses pemadaman berlangsung.

KBIHU Jabar Tipu-tipu Badal Haji, Rugikan Jemaah Rp1,4 Miliar

Usai kebakaran, OIKN menyiapkan langkah lanjutan berupa inventarisasi luas area terdampak, pengawasan kawasan pascakejadian, hingga upaya pencegahan agar kebakaran tidak terulang kembali.

Troy mengatakan seluruh strategi tersebut agar pembangunan dan aktivitas masyarakat kawasan Nusantara tetap berjalan optimal.

“Karena itu, Otorita IKN telah menggagas sejumlah strategi mitigasi dan kesiapsiagaan,” ujarnya.

Tak hanya mengandalkan infrastruktur dan teknologi, Otorita IKN juga memperkuat kolaborasi bersama masyarakat desa dan berbagai pemangku kepentingan wilayah delineasi IKN. (bro2)

555 PNS Otorita IKN Angkatan Pertama Dilantik Usai Digembleng Kopassus