KALTIM
Beranda / TOPIK / KALTIM / Gempa M 7,7 Filipina Terasa di Kaltim, BMKG: Thrust Fault

Gempa M 7,7 Filipina Terasa di Kaltim, BMKG: Thrust Fault

Gempa Magnitudo 7,7 di Filipina terasa hingga Berau dan Kaltara. BMKG memastikan tidak ada kerusakan, namun warga pesisir diminta tetap waspada tsunami. (HO - BMKG)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6/2026) pagi, ternyata tidak hanya dirasakan masyarakat sekitar pusat gempa. Getarannya bahkan merambat hingga sejumlah wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Meski tidak menimbulkan kerusakan maupun korban jiwa, peristiwa tersebut sempat memicu kewaspadaan masyarakat pesisir. Terlebih setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk beberapa wilayah Indonesia.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid, membenarkan adanya laporan getaran yang masyarakat rasakan dari sejumlah daerah Kalimantan.

“Beberapa wilayah Kaltara dan Berau,” kata Rasmid.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa berada dalam laut dengan koordinat 5,80 derajat Lintang Utara dan 125,14 derajat Bujur Timur. Lokasinya berada sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 47 kilometer.

Tangis Haru Warnai Kepulangan Kloter 1 Haji Embarkasi Balikpapan

Menurut Rasmid, gempa tersebut karena aktivitas subduksi lempeng tektonik. “Menghasilkan mekanisme patahan naik atau thrust fault,” sebutnya.

Meski getaran mencapai sejumlah wilayah pesisir Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, BMKG memastikan hingga saat ini belum terdapat laporan dampak kerusakan maupun korban akibat peristiwa tersebut.

Sempat Picu Peringatan Tsunami

Selain menghasilkan guncangan kuat, gempa tersebut juga memicu peringatan tsunami pada sejumlah wilayah Indonesia. Hingga pukul 08.20 WIB, BMKG mencatat kenaikan muka air laut atau tsunami minor pada sembilan titik pengamatan Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

“Ketinggian gelombang tertinggi tercatat mencapai 0,75 meter untuk Talengan, Sulawesi Utara,” ungkapnya.

Sementara itu, sejumlah wilayah pesisir Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara sempat masuk kategori status “Waspada” tsunami. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Berau, Kutai Timur, Kota Bontang, Kabupaten Nunukan, Bulungan, hingga Kota Tarakan.

Kaltim Siaga Tsunami Akibat Gempa 7,7 Magnitudo Sulawesi Utara

BMKG kembali mengimbau masyarakat agar sementara waktu menghindari aktivitas kawasan pantai, muara, maupun tepian sungai. Imbauan tersebut bertujuan mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi laut akibat dampak gempa yang terjadi pada wilayah Filipina.

“Hingga kondisi benar-benar aman,” pungkas Rasmid.

BMKG terus melakukan pemantauan perkembangan aktivitas seismik dan kondisi muka air laut. Langkah itu untuk memastikan keselamatan masyarakat, khususnya yang bermukim pada kawasan pesisir Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. (bro2)