BALIKPAPAN
Beranda / DAERAH / BALIKPAPAN / Air PDAM Mati 10 Hari, Warga Kampung Buton Balikpapan Blokade Jalan

Air PDAM Mati 10 Hari, Warga Kampung Buton Balikpapan Blokade Jalan

Ibu-ibu warga Kampung Buton yang menggelar aksi protes karena air PDAM yang tidak mengalir selama 10 hari untuk kawasan Gunung Bakaran, Kecamatan Balikpapan Selatan. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Ratusan warga Gunung Bakaran menutup Jalan Kampung Buton sejak pukul 09.00 Wita, Selasa (23/6/2026). Aksi tersebut sebagai bentuk protes atas pelayanan distribusi air dari Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB).

Warga mengeluhkan terhentinya aliran air bersih yang telah berlangsung hampir dua pekan. Mereka menilai pelayanan yang PTMB atau PDAM berikan belum memadai karena hingga kini pasokan air belum kembali normal.

Salah seorang warga Kampung Buton, Masniah, mempertanyakan lambannya penanganan gangguan yang menyebabkan distribusi air terhenti.

“Ini bukan gunung, ini jalanan rata. Ada apa? Kalau ada kerusakan, kenapa 10 hari tidak ada berita? Kalau memang ada kerusakan, selama 10 hari ngapain?” kata Masniah.

Ia mengaku warga terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut memberatkan karena warga harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk mendapatkan air bersih.

PTMB Jelaskan Penyebab Air Mati di Kampung Buton Balikpapan

“Kami sudah beli air tandon, sekarang kami tidak sanggup beli terus. Satu tandon Rp120.000. Kami bukan orang kaya,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan warga Gunung Bakaran, Fahmi. Menurutnya, gangguan distribusi air telah berlangsung sekitar 10 hari tanpa pemberitahuan yang jelas kepada masyarakat.

“Memang ada petugas yang datang ke sini, tetapi tidak memberikan solusi yang jelas,” katanya.

Bantuan Mobil Tangki Tidak Cukup

Fahmi menjelaskan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki belum mencukupi kebutuhan warga. Selain jumlahnya terbatas, distribusi juga tidak merata.

“Hanya memberikan mobil tangki air sekitar empat atau lima kali dan menurut kami itu kurang merata pembagiannya,” ujarnya.

BMKG: Teluk Balikpapan Berisiko Kena Amplifikasi Tsunami

Ia menyebut sedikitnya enam rukun tetangga terdampak gangguan pasokan air, yakni RT 22, RT 23, RT 24, RT 41, RT 42, dan satu RT lainnya dalam kawasan tersebut.

“Ada enam RT yang tidak mengalir. Sudah hampir dua minggu air tidak keluar,” katanya.

Menurut Fahmi, warga merasa kondisi ini janggal karena wilayah lain gangguan distribusi air hanya berlangsung beberapa hari.

“Lokasi lain paling lama tiga sampai lima hari. Sedangkan Kampung Buton sini lebih dari seminggu, bahkan hampir dua minggu,” ungkapnya.

Warga berharap pasokan air bersih segera kembali normal karena kebutuhan sehari-hari semakin sulit dipenuhi. Mereka juga meminta penjelasan serta solusi yang lebih konkret dari pihak terkait agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

Balikpapan Tak Bergantung Migas, UMKM dan Jasa Penopang Utama

“Keinginan kami sederhana, air segera menyala. Karena ini sudah hampir dua minggu mati,” tutup Fahmi. (bro2)