BERANDAPOST.COM, SAMARINDA – Malam yang sebelumnya hanya mengandalkan penerangan seadanya kini terasa berbeda bagi 65 keluarga prasejahtera di Samarinda. Melalui Program Light Up The Dream (LUTD), PT PLN UID Kaltimra bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dan Komisi XII DPR RI menghadirkan sambungan listrik bagi keluarga yang sebelumnya belum memiliki akses listrik mandiri.
Program tersebut menjadi bagian dari momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bagi para penerima manfaat, sambungan listrik bukan sekadar penerangan. Melainkan juga membuka ruang baru untuk belajar, bekerja, dan menjalankan aktivitas keluarga secara lebih nyaman.
Penyalaan listrik secara simbolis berlangsung di rumah salah satu penerima manfaat, Jalan Rumbia 2, Samarinda, Senin (3/8/2026).
Listrik Membuka Harapan Baru
Program Light Up The Dream merupakan inisiatif sosial melalui YBM PLN yang memanfaatkan dana zakat, infak, dan sedekah pegawai PLN. Program tersebut menyasar masyarakat yang belum memiliki sambungan listrik mandiri agar dapat memperoleh akses energi yang aman dan andal.
Kehadiran LUTD melengkapi berbagai langkah PLN dalam memperluas akses energi. Termasuk program strategis pemerintah seperti Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dan Listrik Desa (Lisdes).
Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin, menyampaikan pemerataan akses listrik membutuhkan kolaborasi yang kuat seluruh pemangku kepentingan.
“Kami mendukung berbagai upaya PLN dalam menghadirkan akses listrik bagi masyarakat, baik melalui program-program strategis seperti BPBL dan Listrik Desa maupun melalui Program Light Up The Dream. Kolaborasi seperti inilah yang perlu terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati listrik sebagai fondasi untuk meningkatkan kualitas hidup dan mendorong pembangunan daerah,” ujar Syafruddin.
Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi serupa. Menurutnya, listrik menjadi kebutuhan dasar yang memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas, pendidikan, dan produktivitas masyarakat.
“Bagi masyarakat Samarinda, hadirnya listrik bukan hanya memberikan penerangan, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan kenyamanan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kami melihat bagaimana sambungan listrik membantu anak-anak belajar lebih baik, mendukung usaha keluarga, hingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Atas nama Pemerintah Kota Samarinda, kami mengapresiasi kepedulian PLN dan YBM PLN yang terus menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” ujar Saefuddin.
Dari Sambungan Listrik hingga Ruang Belajar
Perubahan paling nyata terasa langsung oleh keluarga penerima manfaat. Salah satunya Savia, warga Jalan Rumbia 2, Samarinda.
Kini, Savia dan keluarganya dapat menikmati sambungan listrik secara mandiri. Penerangan yang lebih layak juga memberi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar pada malam hari dengan kondisi yang lebih nyaman.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PLN dan seluruh insan PLN yang telah membantu kami mendapatkan sambungan listrik. Alhamdulillah, sekarang rumah kami sudah memiliki listrik sendiri sehingga aktivitas sehari-hari menjadi lebih nyaman dan anak-anak juga bisa belajar pada malam hari dengan lebih baik. Semoga kebaikan Bapak dan Ibu semua dibalas oleh Allah SWT dan Program Light Up The Dream dapat terus membantu masyarakat lain yang membutuhkan,” ungkap Savia.
Kisah tersebut menggambarkan bagaimana akses listrik dapat membawa perubahan sederhana tetapi berarti. Penerangan rumah yang sebelumnya menjadi keterbatasan kini dapat menunjang aktivitas keluarga, terutama pendidikan anak.
Zakat Pegawai PLN untuk Masyarakat
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan Light Up The Dream menjadi salah satu bentuk kepedulian insan PLN agar manfaat listrik dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Melalui YBM PLN, amanah zakat, infak, dan sedekah dari pegawai PLN kami salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, salah satunya melalui Program Light Up The Dream. Program ini melengkapi upaya PLN dalam memperluas akses listrik bagi masyarakat. Kami berharap setiap sambungan listrik yang terpasang dapat mendukung aktivitas keluarga, meningkatkan produktivitas, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi penerima,” ujar Chaliq.
Bagi PLN UID Kaltimra, pemerataan akses listrik membutuhkan kerja bersama. Karena itu, PLN akan terus memperkuat kolaborasi bersama DPR RI, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan.
Melalui pelayanan kelistrikan dan program sosial, PLN berharap semakin banyak keluarga dapat menikmati energi listrik secara aman dan andal. Lebih jauh, akses tersebut diharapkan mampu memperkuat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kualitas hidup masyarakat.
Program Light Up The Dream akhirnya bukan sekadar tentang menyalakan lampu. Bagi 65 keluarga prasejahtera di Samarinda, sambungan listrik menjadi simbol hadirnya harapan baru sekaligus bagian dari upaya menghadirkan kemerdekaan yang lebih nyata melalui akses energi yang merata. (bro2)

