PPU
Beranda / DAERAH / PPU / 2.446 Warga PPU Pengangguran, Job Fair Belum Menjawab Persoalan

2.446 Warga PPU Pengangguran, Job Fair Belum Menjawab Persoalan

Sekretaris Daerah Penajam Paser Utara, Tohar meninjau stand perusahaan usai membuka Job Fair 2026 di Gedung Graha Pemuda Penajam. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Gedung Graha Pemuda Penajam menjadi titik temu ratusan pencari kerja dengan puluhan perusahaan melalui Job Fair PPU 2026. Sebanyak 26 perusahaan menghadirkan 250 lowongan, dan lebih dari 400 pencari kerja mengikuti bursa kerja yang berlangsung dua hari, 5-6 Agustus 2026.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) PPU, Adriani Amsyar mengatakan, Job Fair 2026 merupakan upaya untuk memperluas akses masyarakat terhadap lapangan pekerjaan.

“Sebanyak 450 pencari kerja tercatat pada hari pertama job fair,” kata Adriani, Kamis (6/8/2026).

Ia kemudian merincikan peserta Job Fair 2026 terdiri atas 10 perusahaan sektor perbankan dan keuangan, dan lima perusahaan sektor jasa atau industri. Selanjutnya ada tiga perusahaan sektor perkebunan dan pertanian, tiga perusahaan sektor perhotelan, serta dua perusahaan sektor kesehatan.

Termasuk satu perusahaan dari sektor telekomunikasi dan jaringan seluler dan dua perusahaan sektor otomotif. “Totalnya genap 26 perusahaan,” ungkapnya.

4 Mahasiswa PPU Terima Beasiswa Akamigas Cepu dari Pertamina Patra Niaga

Menurut Adriani, Job Fair 2026 tidak hanya menghadirkan lowongan kerja. Kegiatan tersebut juga menjadi jembatan antara perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dan masyarakat yang tengah mencari pekerjaan.

“Kami ingin memudahkan pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan, selain juga agar perusahaan mudah mendapatkan pekerja sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.

Namun, antusiasme pencari kerja pada Job Fair 2026 juga memperlihatkan tantangan ketenagakerjaan yang masih harus pemerintah daerah hadapi.

Tohar Beberkan Tiga Fenomena

Sebelumnya, Sekretaris Daerah PPU, Tohar menilai terdapat sejumlah fenomena yang perlu mendapat perhatian serius. Mulai dari pertumbuhan angkatan kerja yang terus meningkat hingga ketersediaan lapangan pekerjaan.

“Jadi belum mampu mengimbangi pertumbuhan pencari kerja karena lapangan kerja juga sangat terbatas,” ujar Tohar saat membuka Job Fair 2026, Kamis (5/8/2026) kemarin.

Job Fair PPU 2026 Hadirkan 24 Perusahaan, Buka Ribuan Lowongan Kerja

Tantangan berikutnya muncul dari perubahan teknologi. Tenaga kerja konvensional mulai menghadapi persaingan dengan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan robotik.

Bahkan ia menyebut negara seperti Jepang dan Korea Selatan menjadi contoh pemanfaatan teknologi dalam berbagai sektor pelayanan. “Ini menjadi peringatan atas makin menyempitnya peluang kerja konvensional,” tegasnya.

Persoalan selanjutnya berkaitan dengan investasi. Berdasarkan koordinasi pemerintah daerah bersama pihak perbankan dan Bank Indonesia (BI), porsi outstanding kredit sektor investasi masih relatif kecil.

“Ketimbang dengan kredit konsumsi. Kemudian minimnya investasi juga berimbas langsung pada lambatnya pembukaan lapangan kerja baru,” imbuhnya.

Sehingga ia menilai Job Fair 2026 yang menawarkan 250 lowongan kerja belum mampu menjawab seluruh persoalan pengangguran PPU. “Angka pengangguran saat ini mencapai 2.446 orang,” sebutnya.

PPU Selangkah Lagi Miliki Sekolah Nasional Terintegrasi

Angka tersebut menjadi tantangan besar bagi Pemkab PPU. Sedangkan bursa kerja hanya menjadi salah satu pintu masuk untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan.

“Sementara pembukaan lapangan kerja baru membutuhkan investasi yang berkelanjutan,” pungkasnya.