BERANDAPOST.COM, TANA PASER – Persiapan Kabupaten Paser sebagai tuan rumah Porprov Kaltim pada November 2026 terus berjalan. Salah satu fasilitas yang mendapat perhatian adalah Gelanggang Olahraga (GOR) Bulu Tangkis yang pembangunannya masih berjalan.
Bangunan berukuran 48 x 32 meter itu nantinya memiliki empat lapangan bulu tangkis dengan kapasitas tribun sekitar 1.000 penonton. Fasilitas pendukung juga tersedia, mulai dari ruang ganti pemain putra dan putri, ruang VIP, hingga ruang wasit dan juri.
Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Paser, Abdhy Permana, menjelaskan pembangunan GOR berlangsung melalui tiga tahap sejak 2024.
“Tahun 2024 pekerjaan fondasi dan struktur, 2025 pekerjaan dinding dan atap. Selanjutnya 2026 finishing dengan perkiraan rampung akhir September sebelum pelaksanaan Porprov,” jelas Abdhy, Selasa (4/8/2026).
Dengan target tersebut, GOR Bulu Tangkis Paser akan siap menjadi salah satu venue Porprov Kaltim. Setelah ajang olahraga tingkat provinsi itu berakhir, fasilitas tersebut juga akan kembali mendapat tantangan sebagai arena kompetisi tingkat nasional.
Abdhy mengatakan GOR Bulu Tangkis Paser rencananya menjadi lokasi pelaksanaan Sirkuit Nasional (Sirnas) C Bulu Tangkis yang mempertemukan atlet dari berbagai daerah se-Indonesia pada Desember 2026.
Sementara itu, Bupati Paser Fahmi Fadli berharap keberadaan GOR baru mampu mendorong pembinaan atlet bulu tangkis lokal secara lebih serius. Menurutnya, pembangunan fasilitas olahraga harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas atlet.
“Dengan demikian prestasi olah raga bulu tangkis bisa meningkat lagi,” terang Bupati.
Menurutnya, penyelenggaraan berbagai kompetisi bukan hanya menjadi ruang bagi atlet untuk bertanding, tetapi juga dapat menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat. Kehadiran atlet, pelatih, ofisial, keluarga, dan penonton dari luar daerah selama pelaksanaan berbagai ajang olahraga berpotensi meningkatkan aktivitas usaha masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Paser berharap geliat olahraga tersebut mampu memberi dampak positif terhadap perekonomian sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). (bro2)

