BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Rasa waswas yang selama bertahun-tahun menghantui Arbainah (69) dan keluarganya perlahan sirna. Rumah yang dulu nyaris tidak layak huni kini berubah menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.
Arbainah merupakan warga Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Balikpapan, yang menjadi salah satu penerima program Bedah Rumah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2026 dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Putri bungsu Arbainah, Santi, masih mengingat kondisi rumah ibunya sebelum program bedah rumah berjalan. Lantai, dinding, atap, serta bagian bangunan lainnya sudah banyak yang keropos.
Kondisi tersebut membuat keluarga Arbainah tidak merasa tenang ketika harus menetap dalam rumah tersebut. Hujan deras maupun angin kencang selalu menghadirkan kekhawatiran tersendiri.
Kondisi rumah Arbainah turut mendapat perhatian Menteri PKP Maruarar Sirait bersama jajaran saat berkunjung pada awal Mei 2026. Saat itu, Menteri Ara melihat langsung kondisi fisik rumah yang memprihatinkan.

Kondisi rumah Arbainah sebelum mendapatkan program bedah rumah. (HO – Balai P3KP Kalimantan II)
Hampir seluruh dinding rumah mengalami pelapukan. Struktur bangunan juga rapuh, sementara atap mengalami kebocoran. Sejumlah bagian rumah lainnya membutuhkan perbaikan agar kembali aman sebagai tempat tinggal.
Kini, kondisi tersebut berubah. Program Bedah Rumah BSPS menghadirkan rumah yang lebih layak bagi Arbainah dan keluarganya.
“Alhamdulillah, rumah Ibu saya sudah bagus. Dulu pas ada Pak Menteri PKP datang, saya merasa sangat ‘was-was’, takut roboh rumahnya karena lantai dan bangunannya sudah jabuk semua. Belum lagi jika angin kencang atau hujan, pasti kami takut. Alhamdulillah, dengan adanya bantuan Bedah Rumah ini, rumah Ibu saya sudah bagus dan sudah layak. Kami tidak perlu waswas lagi,” ujar Santi.
Bagi keluarga Arbainah, perubahan rumah bukan sekadar soal bangunan yang tampak lebih kokoh. Ada rasa aman yang kembali hadir setelah bertahun-tahun mereka harus menghadapi kondisi rumah yang mengkhawatirkan.
Bedah Rumah Tuntaskan 364 Unit
Program Bedah Rumah BSPS 2026 sendiri telah berjalan serentak pada berbagai wilayah Indonesia. Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) Kalimantan II melalui Satuan Kerja (Satker) PKP Provinsi Kalimantan Timur turut menjalankan program tersebut.
Sebagai unit pelaksana teknis Kementerian PKP untuk wilayah Kalimantan II, Balai P3KP Kalimantan II mencatat penyelesaian 364 unit bedah rumah pada tiga provinsi per 5 Agustus 2026.
Kepala Balai P3KP Kalimantan II, Mustofa Otfan, mengatakan pihaknya masih memproses sejumlah rumah calon penerima bantuan. Proses tersebut mencakup tahap verifikasi hingga pengerjaan fisik.
“Untuk pengerjaan program Bedah Rumah BSPS 3 provinsi ini, saat ini kami masih ada beberapa rumah calon penerima bantuan dalam tahap verifikasi, menggalang keswadayaan masyarakat melalui tender rakyat dan kegotongroyongan masyarakat, proses pengerjaan fisik, pengawasan pengerjaan dan sebagainya. Kami harap semoga pengerjaan pada tahun ini berjalan aman dan lancar. Peran seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan dalam proses pengerjaan bedah rumah ini,” kata Mustofa Otfan.
Balai P3KP Kalimantan II menaungi tiga provinsi, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara. Hingga 5 Agustus 2026, sebanyak 364 unit rumah telah rampung. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses verifikasi dan pembangunan rumah penerima bantuan.
Gotong Royong Bedah Rumah
Program BSPS mengusung prinsip keswadayaan dan kegotongroyongan masyarakat. Pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp20 juta kepada setiap penerima manfaat.
Dana tersebut terbagi menjadi Rp17,5 juta untuk pembelian bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang.
Bagi Arbainah dan keluarganya, bantuan itu kini memiliki arti lebih dari sekadar angka. Rumah yang dahulu membuat mereka khawatir setiap kali hujan dan angin datang, kini menjadi tempat berlindung yang lebih aman.
Program Bedah Rumah BSPS pun menunjukkan bahwa perbaikan kualitas hunian dapat membawa perubahan besar bagi kehidupan keluarga penerima manfaat. Rumah yang layak bukan hanya menghadirkan kenyamanan, tetapi juga rasa aman untuk menjalani hari esok. (bro2)

