BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) menyelidiki laporan sebaran partikel debu pada sejumlah permukiman Balikpapan Tengah dan Balikpapan Utara. Hasil identifikasi awal menunjukkan material tersebut masih berada dalam kategori aman dan tidak menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan.
VP Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman, mengatakan perusahaan melakukan investigasi untuk mengetahui sumber serta karakteristik material debu.
“Kami telah menerima laporan tersebut dan saat ini sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Asep, Selasa (26/6/2026).
Ia menjelaskan, perusahaan saat ini menjalankan tahapan awal pengoperasian proses pengaliran bahan baku pada unit kilang baru. Merupakan bagian dari pengembangan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
Menurut Asep, perusahaan terus menjalin koordinasi dengan pihak kelurahan, masyarakat setempat, dan instansi terkait. Langkah tersebut untuk memastikan kondisi lapangan tetap terkendali serta operasional berlangsung aman.
“Kami juga melakukan pemantauan secara berkelanjutan untuk memastikan keselamatan operasional,” ujarnya.
Berdasarkan hasil identifikasi awal, material debu tersebut masih berada pada batas yang tergolong aman bagi kesehatan masyarakat. “Tidak menunjukkan tingkat risiko yang signifikan,” jelasnya.
Meski demikian, KPB tetap melanjutkan pemantauan dan kajian lebih mendalam untuk memastikan kondisi lapangan sesuai dengan standar keselamatan dan lingkungan yang berlaku.
“Informasi terbaru akan terus kami sampaikan kepada instansi terkait seiring perkembangan hasil pemantauan dan evaluasi,” imbuhnya.
Untuk memudahkan komunikasi dengan masyarakat, KPB juga membuka jalur penyampaian keluhan dan pertanyaan melalui pemerintah kelurahan sebagai kanal koordinasi resmi.
“Kami juga mengharapkan dukungan dan pengertian masyarakat agar penyelesaian RDMP Balikpapan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan memberikan manfaat bagi ketahanan energi nasional,” tutup Asep.
Sebelumnya, warga melaporkan fenomena hujan debu yang menyelimuti sejumlah kawasan Kota Balikpapan pada Selasa (23/6/2026) pagi. Butiran debu halus berwarna cokelat terlihat menempel pada teras rumah, kendaraan, hingga tanaman milik warga.
Peristiwa ini menarik perhatian masyarakat karena terjadi di kota yang tidak memiliki gunung berapi aktif. (bro2)

