EKONOMI
Beranda / EKONOMI / Presiden Resmikan RDMP Balikpapan, Bahlil Pastikan Setop Impor Solar

Presiden Resmikan RDMP Balikpapan, Bahlil Pastikan Setop Impor Solar

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahaladia. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Presiden Republik Indonesia meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin (12/1/2026). Proyek strategis nasional ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kedaulatan energi Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan Pertamina RDMP Balikpapan merupakan proyek kilang terbesar yang pernah dibangun untuk Indonesia.

“RDMP Balikpapan adalah pusat ekosistem dengan jaringan infrastruktur Lawe-Lawe sepanjang 25 kilometer. Total investasinya mencapai sekitar USD 7,4 miliar,” ujar Bahlil.

Ia menjelaskan, RDMP Balikpapan memiliki arti strategis. Bahkan menjadi kilang besar pertama sejak RDMP Balongan, Jawa Barat pada 1994 silam.

RDMP Balikpapan menghasilkan berbagai produk energi, mulai dari solar, bensin, LPG, hingga produk petrokimia seperti propilena yang menjadi bahan baku plastik polipropilena.

Distribusi BBM Kilang Pertamina Balikpapan Beralih ke Pipa Bawah Laut

“Setelah Presiden meresmikan RDMP Balikpapan, InsyaAllah tahun ini kita tidak lagi mengimpor Solar. Ini bagian dari upaya membangun kedaulatan energi,” tegasnya.

Selain solar, RDMP Balikpapan juga menambah produksi bensin nasional hingga sekitar 5,8 juta kiloliter per tahun.

Saat ini, kebutuhan gasoline (bensin) nasional mencapai sekitar 24 juta kiloliter (KL), sementara produksi dalam negeri baru berada pada  kisaran 14 juta KL.

“Dengan tambahan 5,8 juta kiloliter, produksi dalam negeri akan meningkat menjadi hampir 20 juta kiloliter. Artinya bisa menekan impor bensin menjadi sekitar 19 juta kiloliter,” jelas Bahlil.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus mendorong pengurangan impor energi secara bertahap, seperti pada sektor Solar melalui program biodiesel B40.

Telkomsel Siagakan Hyper 5G untuk Cap Go Meh 2026

Untuk memperkuat kemandirian energi, pemerintah juga menyiapkan strategi jangka panjang dengan meningkatkan lifting minyak dan mengembangkan energi nabati.

“Ke depan kita akan menerapkan mandatori E10 hingga E20. Tujuannya agar ketergantungan terhadap impor energi bisa perlahan kita hentikan,” pungkasnya. (bro2)