BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – J&T Express menutup tahun 2025 dengan capaian bersejarah. Perusahaan logistik berskala global ini berhasil melampaui pengiriman 30 miliar paket untuk pertama kalinya, dengan Indonesia menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan Asia Tenggara.
Pada kuartal IV 2025, J&T Express membukukan volume pengiriman global sebesar 8,46 miliar paket. Angka ini tumbuh 14,5 persen secara tahunan, dengan rata-rata pengiriman harian mencapai 92 juta paket.
Sepanjang 2025, total volume pengiriman menembus 30,13 miliar paket. Pertumbuhan mencapai 22,2 persen YoY, sementara rata-rata pengiriman harian meningkat menjadi 82,5 juta paket. Kinerja ini mencerminkan ekspansi yang konsisten, terutama dari Asia Tenggara, New Markets, serta pasar Tiongkok.
Asia Tenggara mencatat lonjakan paling tajam. Pada kuartal IV 2025, volume pengiriman kawasan ini mencapai 2,44 miliar paket atau tumbuh 73,6 persen YoY. Secara tahunan, pengiriman mencapai 7,66 miliar paket dengan pertumbuhan 67,8 persen.
Indonesia menunjukkan performa menonjol. Sepanjang 2025, volume pengiriman meningkat lebih dari 60 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar strategis J&T Express.
Momentum positif juga berlanjut pada New Markets, meliputi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Meksiko, Brasil, dan Mesir. Pada kuartal IV 2025, volume pengiriman kawasan ini menembus 130 juta paket atau naik 79,7 persen YoY. Sepanjang tahun, pengiriman mencapai 400 juta paket dengan pertumbuhan 43,6 persen.
Pasar Tiongkok turut berkontribusi signifikan. Pada kuartal IV 2025, volume pengiriman mencapai 5,89 miliar paket. Sepanjang tahun, pengiriman tercatat 22,07 miliar paket atau tumbuh 11,4 persen YoY.
Sedangkan untuk menopang pertumbuhan, J&T Express terus memperkuat infrastruktur dan alokasi sumber daya. Perusahaan mengoptimalkan jaringan mitra, outlet, serta pusat sortir demi meningkatkan efisiensi operasional.
OTOMATISASI OUTLET UNTUK TIONGKOK
Pada pasar Tiongkok, perusahaan mendorong otomatisasi outlet, memperluas cloud warehouse, serta mendukung penggunaan kendaraan tanpa awak. Hingga akhir 2025, jumlah peralatan otomatis meningkat 26 persen sejak pertengahan tahun, dengan pengoperasian 1.000 unit kendaraan tanpa awak guna mempercepat pengiriman last-mile.
Secara global, J&T Express telah membangun 173 cloud warehouse untuk menghadirkan layanan bernilai tambah dan memperkuat retensi pelanggan. Perusahaan juga memelopori penggunaan peralatan sortir otomatis kelas industri pada outlet last-mile Asia Tenggara, dimulai dari Thailand dan diperluas ke Vietnam, Indonesia, Malaysia, serta Filipina.
Hingga akhir 2025, J&T Express mengoperasikan 19.300 outlet dan 246 pusat sortir. Jumlah mesin sortir otomatis meningkat menjadi 413 unit secara tahunan.
Group Vice President J&T Express, Charles Junyi Hou, menyatakan pertumbuhan e-commerce dan basis pelanggan yang luas menjadi pendorong utama kinerja perusahaan. Ia juga menegaskan capaian 30 miliar paket menjadi titik awal baru bagi ekspansi global J&T Express.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat jaringan global, mendorong pertumbuhan melalui inovasi, juga konsisten menjawab kebutuhan pasar,” ujarnya. (bro2)


