BERANDAPOST.COM, TANA PASER – Bau sampah tak lagi sekadar persoalan akhir pembuangan. Pemerintah Kabupaten Paser mendorongnya menjadi sumber energi alternatif. Komitmen itu tampak saat Bupati Fahmi Fadli turun langsung meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Songka, Selasa (3/3/2026).
Ia ingin memastikan sistem pengolahan berjalan sesuai standar dan mendukung target Zero Waste.
Fokus peninjauan mengarah pada efektivitas hilirisasi sampah setelah kerja sama Pemkab Paser dengan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Melalui kolaborasi itu, sampah olahan TPST Songka diproyeksikan menjadi bahan bakar alternatif Refuse Derived Fuel (RDF) untuk industri semen.
“Kami ingin memastikan infrastruktur TPST Songka benar-benar siap. Kerja sama ini harus berdampak langsung pada pengurangan volume sampah,” ujarnya sela peninjauan.
Fahmi bersama perangkat daerah terkait menelusuri alur pemilahan hingga tahap akhir pengolahan. Ia menekankan akurasi pemilahan agar material memenuhi standar mitra industri.
Sejumlah catatan menjadi perhatian, antara lain memastikan alat pencacah dan pengering berfungsi maksimal, kesiapan tenaga kerja memilah sampah organik dan anorganik, serta menjaga proses pengolahan tetap ramah lingkungan tanpa bau menyengat ke permukiman.
Menurutnya, pengelolaan tepat akan mengurangi beban lingkungan sekaligus juga memberi nilai ekonomis pada limbah rumah tangga.
“Target kita jelas, pengelolaan sampah tuntas dari hulu ke hilir. Jika TPST Songka berjalan optimal, Paser bisa menjadi contoh daerah yang mampu mengubah masalah sampah menjadi solusi energi,” tegasnya. (bro2)



