BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Rencana revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur mendapatkan dukungan pemerintah pusat. Proyek ini untuk memperkuat aktivitas perdagangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Balikpapan Barat.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyampaikan hal tersebut setelah bertemu Menteri Perdagangan Budi Santoso di Jakarta belum lama ini.
“Ya kita mengajukan permohonan pembangunan Pasar Inpres. Nanti Mendag akan menindaklanjuti,” kata Rahmad, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan proses pembangunan akan melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum. Sedangkan Pemkot Balikpapan akan memberikan rekomendasi kepada kementerian tersebut untuk melanjutkan pembangunan.
Rahmad menyebut Pemkot Balikpapan telah menyerahkan dokumen Detail Engineering Design (DED). Ia juga mengatakan perkiraan anggaran pembangunan pasar mencapai Rp180 miliar.
“Kalau itu terbangun, tentu membantu perekonomian Balikpapan, khususnya wilayah Balikpapan Barat,” ujarnya.
Pasar Inpres Kebun Sayur berdiri pada lahan seluas sekitar 1,7 hektare. Lahan tersebut merupakan aset milik Pemkot Balikpapan.
Rahmad juga menilai potensi ekonomi Pasar Inpres Kebun Sayur sangat besar. Pasar tersebut menampung sekitar 599 pedagang.
Ia kemudian mengasumsikan jika rata-rata omzet pedagang mencapai Rp17 juta per bulan, total perputaran uang bisa mencapai ratusan miliar rupiah setiap bulan.
“Kalau dalam setahun bisa sekitar Rp3,1 triliun. Itu potensi yang cukup besar,” ujarnya.
Selain itu, Rahmad menambahkan konsep bangunan pasar telah mendapat persetujuan dari para pedagang. “Pedagang sudah setuju,” pungkasnya. (bro2)



