PASER
Beranda / DAERAH / PASER / Swasembada Telur, Paser Menuju Penggerak Pangan Kaltim

Swasembada Telur, Paser Menuju Penggerak Pangan Kaltim

Wakil Bupati Ikhwan Antasari memastikan Paser surplus beras dan swasembada telur ayam ras. (Prokopim)

BERANDAPOST.COM, TANA PASER – Menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat, Pemerintah Kabupaten Paser mulai memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan ketersediaan pangan dan energi tetap aman.

Wakil Bupati Kabupaten Paser, Ikhwan Antasari, menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi agar masyarakat memperoleh akses pangan berkualitas sekaligus pasokan energi yang cukup.

“Kita harus memastikan Paser bukan sekadar penonton, tetapi menjadi motor penggerak pangan Kalimantan Timur,” kata Ikhwan, Jumat (13/3/2026).

Ia menyebut hasil positif mulai terlihat pada sejumlah komoditas utama seperti beras dan telur ayam. Data terbaru pemerintah daerah menunjukkan ketersediaan bahan pokok berada pada kondisi aman.

Stok beras medium tercatat sekitar 1.500 ton dan beras premium 30 ton. Selain itu terdapat tambahan sekitar 25 ton beras yang masih dalam perjalanan menuju daerah tersebut.

Serangan Buaya Marak, Pemkab Paser Perintahkan Pemasangan Rambu

Cadangan gabah kering mencapai 6.000 ton dan diperkirakan cukup hingga akhir tahun.

Untuk komoditas lain, tersedia sekitar 5.000 liter minyak goreng dengan tambahan 80.000 liter dalam perjalanan. Stok gula tercatat 14 ton, sementara daging sapi beku mencapai 3.500 kilogram.

Paser juga mencatat surplus beras pada 2025 sebesar 12.584 ton.

Menurut Ikhwan, pemerintah daerah berkomitmen menjaga pasokan pangan sekaligus mendukung kebutuhan daerah lain melalui kerja sama antar daerah.

“Paser juga siap menyuplai kebutuhan pangan ke Kota Balikpapan melalui kerja sama antar daerah,” ujarnya.

Paser Tajamkan Program Kendali Inflasi dan Ketahanan Pangan

Keberhasilan program “Paser BERAKSI” juga menjadi perhatian. Program tersebut mendorong peningkatan produksi telur ayam ras hingga 2.328 ton atau naik 96 persen ketimbang 2024.

“Capaian tersebut membuat Paser menyandang status swasembada telur,” klaimnya.

Pada sisi lain, pemerintah mendorong pengembangan sektor perikanan pada kawasan Desa Tanjung Aru sebagai pusat investasi ekonomi biru.

Ia juga mengharapkan investasi Perum Bulog untuk pembangunan fasilitas pengering gabah (dryer) dan Rice Milling Unit (RMU) mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal.

“Koordinasi hari ini menjadi kunci agar masyarakat merasa tenang saat menyambut hari raya nanti,” pungkas Ikhwan. (bro2)

Ekonomi Paser Mulai Lepas dari Ketergantungan Tambang