BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi perhatian serius sektor kesehatan bagi Kota Balikpapan. Sejak awal tahun, kasus terus muncul pada berbagai wilayah, terutama kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi.
Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mencatat ratusan kasus DBD sepanjang awal 2026. Kendati jumlah kasus DBD cukup tinggi, hingga kini belum ada laporan kematian akibat penyakit tersebut.
Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, menyebut hingga pekan ke-9 tahun 2026 tercatat 326 kasus DBD yang pihak kesehatan tangani.
“Alhamdulillah, tidak ada kasus kematian,” kata Alwiati, Senin (23/3/2026).
Ia juga menjelaskan penyebaran kasus terjadi pada seluruh kelurahan. Berdasarkan jumlah penduduk, angka kejadian (incident rate) telah mencapai 47,19 persen.
Adapun kasus DBD terbanyak muncul pada wilayah padat penduduk. Dua kecamatan dengan angka tertinggi yakni Balikpapan Selatan dan Balikpapan Utara.
Sedangkan untuk menekan penyebaran penyakit, DKK menjalankan program vaksinasi DBD yang menyasar anak usia sekolah. Program ini terfokus pada dua kecamatan dengan jumlah kasus tertinggi.
“Vaksinasi anak sekolah pada dua kecamatan yakni Balikpapan Selatan dan Balikpapan Utara. Cakupan vaksinasi sudah mencapai 100 persen,” jelas Alwiati.
Ia menerangkan, pelaksanaan vaksinasi berlangsung sejak Januari 2026 saat kegiatan belajar kembali normal. Program tersebut menggunakan anggaran tahun 2025.
“Seluruh stok vaksin juga telah habis,” ucapnya.
Hanya saja, Alwiati mengungkapkan program vaksinasi turut terdampak pemangkasan anggaran daerah. “Anggaran kami terpangkas lebih dari 50 persen,” ungkapnya.
Bahkan selama ini, lanjut Alwiati, vaksinasi DBD sepenuhnya mengandalkan APBD Kota Balikpapan tanpa dukungan dana dari Pemprov Kaltim.
“Program vaksinasi DBD yang kami jalankan murni menggunakan anggaran kota,” sebutnya.
DKK berencana mengusulkan vaksinasi tahap kedua melalui anggaran perubahan 2026. Langkah ini menurutnya penting karena anak-anak perlu dua dosis vaksin untuk perlindungan optimal.
“Nanti kami ajukan lagi melalui anggaran perubahan karena anak-anak harus mendapatkan dua kali vaksin DBD,” pungkasnya. (bro2/Adv Diskominfo Balikpapan)



