EKONOMI
Beranda / EKONOMI / WASIAT Pertamina RU Balikpapan Raih Silver ISRA 2026

WASIAT Pertamina RU Balikpapan Raih Silver ISRA 2026

Kader WASIAT Sejahtera 51 memanfaatkan lorong sebagai urban farming untuk beragam jenis sayur seperti pakcoi dan kangkung akar. Program WASIAT mengintegrasikan layanan kesehatan, ketahanan pangan, pengelolaan sampah, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Balikpapan dan PPU. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Program Warga Siaga Sehat (WASIAT) yang dikembangkan PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balikpapan meraih penghargaan dalam ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026.

Program tersebut meraih predikat Silver kategori Health Quality Improvement dalam acara yang berlangsung di Swiss-Belhotel Solo, Kamis (6/8/2026) malam.

ISRA 2026 mengusung tema “Catalyzing Collective Change for Scalable Impact”. Ajang tersebut memberikan 99 penghargaan kepada 89 perusahaan dari berbagai wilayah Indonesia.

WASIAT Transformasi Posyandu Berbasis Masyarakat

Di balik penghargaan tersebut, WASIAT membawa cerita transformasi Posyandu di Kelurahan Baru Ilir, Kota Balikpapan, dan Desa Girimukti, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Program ini berangkat dari hasil pemetaan sosial yang menunjukkan pelayanan Posyandu masih banyak berfokus pada penimbangan balita dan pemeriksaan kesehatan dasar.

Program TALISERA Bawa AFT Sepinggan Raih Gold Pilar Lingkungan

Kapasitas kader dalam memberikan edukasi promotif dan preventif juga perlu penguatan. Selain itu, masyarakat belum optimal memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan bergizi, sedangkan menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) masih terbatas.

Melalui WASIAT Sejahtera 51 di Kelurahan Baru Ilir dan WASIAT Dewi Shinta di Desa Girimukti, RU Balikpapan mengembangkan Posyandu menjadi pusat penguatan kesehatan keluarga berbasis komunitas.

Program tersebut mengintegrasikan peningkatan kapasitas kader, urban farming, hidroponik, budi daya ikan air tawar, pengelolaan sampah organik, Tanaman Obat Keluarga (TOGA), diversifikasi PMT, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pengembangan UMKM perempuan.

Masyarakat Jadi Penggerak Utama

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balikpapan, Dodi Yapsenang, mengatakan masyarakat menjadi penggerak utama dalam pelaksanaan program.

“Program WASIAT tidak menempatkan masyarakat hanya sebagai penerima bantuan. Para kader dan kelompok perempuan terlibat dalam mengidentifikasi kebutuhan, menjalankan kegiatan, hingga mengevaluasi program. Perusahaan hadir untuk mendampingi, memperkuat kapasitas, dan menghubungkan masyarakat dengan berbagai pemangku kepentingan,” ujar Dodi.

Zankore by Indosat, Platform Infrastruktur AI Terintegrasi

Seluruh kegiatan WASIAT dibangun dalam satu sistem yang saling mendukung. Masyarakat memanfaatkan hasil pertanian dan perikanan sebagai sumber pangan keluarga, bahan produk UMKM, serta menu PMT.

Sementara itu, masyarakat mengolah sampah organik menjadi pupuk untuk urban farming dan kebun TOGA. Sebagian keuntungan usaha kelompok juga kembali digunakan untuk mendukung kegiatan kesehatan.

Tekan Stunting hingga Perluas Penerima Manfaat

Program WASIAT telah mendukung renovasi dua Posyandu sekaligus menambah sejumlah sarana pendukung. Edukasi gizi yang sebelumnya belum berjalan rutin kini terlaksana minimal satu kali setiap bulan.

Masyarakat juga mengembangkan menu PMT dengan memanfaatkan hasil produksi kelompok, seperti nugget dan dendeng ikan lele.

WASIAT Sejahtera 51 memberikan PMT setiap minggu kepada 32 anak yang terindikasi stunting. Sementara WASIAT Dewi Shinta menjangkau 14 anak di sekitar wilayah program.

PLN Sambungkan Listrik 65 Keluarga Prasejahtera di Samarinda

Pembiayaan kegiatan tersebut mulai menggunakan kas kelompok yang bersumber dari keuntungan UMKM dan hasil budidaya ikan.

Dampak program juga terlihat dari berkembangnya transfer pengetahuan antarwarga. Jumlah penerima manfaat meningkat dari 94 orang menjadi 985 orang.

Wasiat Sejahtera Dorong Ekonomi Perempuan

WASIAT Sejahtera 51 telah menghasilkan sembilan produk olahan dengan omzet sekitar Rp4,4 juta per bulan. Sementara WASIAT Dewi Shinta mengembangkan lima produk dengan omzet sekitar Rp2,6 juta per bulan.

Pemanfaatan hasil produksi sendiri juga mampu menghemat sekitar 25-30 persen biaya bahan baku PMT dan produk UMKM.

Masyarakat Kelurahan Baru Ilir mengembangkan vertical garden pada lahan sekitar 394 meter persegi. Sementara kelompok masyarakat Desa Girimukti mengelola 12 meja pembesaran dan dua meja pembibitan hidroponik untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus mendukung kegiatan usaha.

Kelola Sampah Organik dan Kurangi Pupuk Kimia

WASIAT juga mengintegrasikan aspek kesehatan dan lingkungan. WASIAT Sejahtera 51 mengelola sekitar 33,67 ton sampah organik per tahun melalui 37 unit Komposter Panca Wisma.

Masyarakat kemudian menggunakan pupuk hasil pengolahan tersebut untuk urban farming dan kebun TOGA. Pemanfaatan pupuk organik turut menurunkan penggunaan pupuk kimia sekitar 1.924 kilogram per tahun.

Dodi mengatakan penghargaan ISRA 2026 menjadi penyemangat bagi Pertamina Patra Niaga RU Balikpapan untuk terus memperkuat keberlanjutan program.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas kerja bersama para kader, kelompok perempuan, masyarakat, pemerintah, Puskesmas, akademisi, dan seluruh pihak yang terlibat. Namun ukuran keberhasilan yang lebih penting adalah ketika kader semakin percaya diri, keluarga memperoleh pangan yang lebih bergizi, dan kegiatan kesehatan dapat terus berjalan dengan kekuatan masyarakat sendiri,” tambah Dodi.

Melalui WASIAT, Posyandu tidak lagi hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan dasar. Posyandu berkembang menjadi ruang belajar, ruang produksi, sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat.

Program tersebut sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.