BERANDAPOST.COM, SAMARINDA – Tumpukan sampah yang selama ini menjadi persoalan klasik tampaknya akan menjadi sumber energi baru. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kini mendorong pengelolaan sampah menjadi listrik sebagai solusi ganda, yaitu mengurangi beban lingkungan sekaligus menghadirkan energi alternatif.
Program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) akan terfokus pada dua kota utama, yakni Samarinda dan Balikpapan. Kedua wilayah ini karena memiliki kesiapan infrastruktur dan potensi pasokan sampah yang memadai.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kaltim, Joko Istanto, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi bukan tanpa dasar. Kajian teknis menjadi acuan utama sebelum menjalankan program.
“Kerja sama pengolahan sampah menjadi energi listrik ini mencakup dua lokasi utama, yakni berbagai kawasan Kota Samarinda dan TPA Manggar Balikpapan,” ungkapnya, Kamis (23/4/2026).
Untuk Samarinda, cakupan layanan akan menjangkau wilayah yang lebih luas hingga kawasan Samarinda Raya, termasuk beberapa kecamatan Kabupaten Kutai Kartanegara. Sementara Balikpapan, pengembangan PSEL akan terintegrasi dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat pertumbuhan baru.
Program ini menargetkan kapasitas pengolahan hingga 600 ton sampah per hari untuk masing-masing wilayah. Angka tersebut agar mampu menekan volume sampah secara signifikan sekaligus menghasilkan energi yang masyarakat dapat manfaatkan.
Joko menegaskan, DLH Kaltim akan berperan sebagai koordinator untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana. (bro2)

