BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Bank Indonesia (BI) Balikpapan terus memperkuat berbagai langkah strategis untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satunya melalui pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala KPw BI Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan UMKM menjadi salah satu fokus utama karena memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian dan penyerapan tenaga kerja.
“Pelaku UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian karena jumlah dan serapan tenaga kerjanya signifikan,” kata Robi, Minggu (24/5/2026).
Menurut Robi, BI Balikpapan terus menjalankan berbagai program untuk mendorong UMKM naik kelas. Mulai dari penguatan ketahanan pangan, pengembangan pasar ekspor dan digital, hingga penguatan kualitas produk dan kapasitas usaha.
“BI juga mendorong digitalisasi sistem pembayaran UMKM, fasilitasi pengelolaan keuangan, serta business matching pembiayaan,” imbuhnya.
Inflasi dan Ketahanan Pangan
BI juga mengimplementasikan program Good Agricultural Practice (GAP) sebagai bagian dari Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS). Langkah tersebut untuk mendukung pengendalian inflasi daerah.
BI bahkan mengembangkan program TANI CAMP untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani melalui pelatihan pengelolaan budidaya hingga pascapanen.
Sementara itu, untuk mendorong UMKM masuk ke pasar digital, BI Balikpapan membuka program DIGDAYA UMKM mulai 20 Mei 2026. Program tersebut mencakup onboarding digital, pendampingan, hingga monitoring implementasi usaha.
Dari 160 UMKM usulan pemerintah daerah, Otorita IKN, dan korporasi pembina UMKM, sebanyak 45 UMKM telah terpilih mengikuti program onboarding tersebut.
“Program ini kami harapkan mampu meningkatkan penjualan UMKM di pasar digital,” tambah Robi.
Ekspor Produk UMKM
Dalam sektor ekspor, BI Balikpapan juga menggandeng berbagai mitra termasuk Ekspor Center Balikpapan. Salah satunya melalui Workshop Ekspor UMKM mulai Juni hingga Oktober 2026.
“Workshop tersebut fokus pada peningkatan kapasitas UMKM agar mampu memenuhi standar pasar internasional dan memperluas jejaring bisnis ekspor,” jelasnya.
Selain penguatan pembiayaan melalui edukasi keuangan dan business matching, BI Balikpapan juga menjalankan program Survei Database Profil Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Potensial Dibiayai (BISAID).
PESAN 2026
Robi menambahkan, BI Balikpapan akan menggelar dua agenda utama sebagai bagian dari showcasing produk UMKM. Agenda itu yakni PESAN 2026 pada 27-28 Juni 2026 dan Mahligai Nusantara 2026 pada September mendatang.
“Nanti akan ada talkshow halal entrepreneurship, workshop kemasan dan merek halal food, workshop digital UMKM, hingga penguatan ekonomi pesantren.
BI Balikpapan juga mencatat capaian positif melalui lolosnya tiga UMKM binaan ke program Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA) 2026, yakni Hharum, Rumah Ampiek, dan Kampoeng Timoer.
“Capaian ini membuktikan UMKM daerah mampu bersaing pada level nasional,” pungkas Robi.
Selain itu, tiga peserta asal wilayah kerja BI Balikpapan juga berhasil lolos ke tahap regional Kalimantan dalam Kompetisi Cangkir Barista “Championship Pejuang Kopi Nusantara” gelaran Bank Indonesia bersama Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI). (bro2)


