BERANDAPOST.COM, BENGALON – Doa, semangat gotong royong, dan kearifan lokal berpadu dalam Mengolor Naga. Sebuah ritual yang menjadi puncak Festival Sekerat Nusantara V Tahun 2026, Pantai Sekerat, Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur.
Tradisi turun-temurun ini tidak hanya menjadi atraksi budaya saja. Melainkan juga mencerminkan rasa syukur masyarakat pesisir atas berkah hasil laut dan hasil bumi yang menopang kehidupan mereka.
Ritual Mengolor Naga atau Mengolor Perahu Naga, Minggu (12/7/2026), merupakan prosesi adat masyarakat Kutai pesisir. Berupa pelepasan replika perahu berbentuk naga ke laut.
Tradisi turun temurun ini bagian tak terpisahkan dari identitas budaya masyarakat Desa Sekerat dalam setiap penyelenggaraan Festival Sekerat Nusantara.
Bagi masyarakat setempat, prosesi tersebut memiliki makna yang jauh melampaui sebuah pertunjukan budaya. Ritual itu menjadi ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, hasil tangkapan laut, serta keberkahan yang menyertai kehidupan masyarakat pesisir.
Melalui ritual tersebut, masyarakat juga memanjatkan doa agar para nelayan senantiasa memperoleh keselamatan saat melaut, terhindar dari segala marabahaya, serta agar kampung tetap berada dalam lindungan dan keberkahan.
Simbol Penolak Bala
Dalam kepercayaan adat Kutai, pelepasan Perahu Naga ke laut menjadi simbol penolak bala. Prosesi itu melambangkan harapan agar berbagai musibah, bencana, dan segala bentuk keburukan dijauhkan dari kehidupan masyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadikan Ritual Mengolor Naga bukan hanya warisan budaya, tetapi juga media mempererat kebersamaan, semangat gotong royong, dan persatuan warga Desa Sekerat.
Keunikan ritual semakin terlihat dari penggunaan warna-warna pada replika naga maupun atribut adat yang sarat makna. Warna merah melambangkan keberanian, semangat, dan kekuatan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Warna hijau menjadi simbol kehidupan, kesuburan, serta harapan akan kelestarian alam yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir. Sementara warna kuning melambangkan kemuliaan, kehormatan, kebijaksanaan, dan kejayaan yang melekat dalam nilai-nilai luhur adat Kutai.
Melalui Festival Sekerat Nusantara V Tahun 2026, masyarakat Desa Sekerat tidak hanya menjaga tradisi leluhur agar tetap hidup, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Kutai kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda dan wisatawan. Ritual Mengolor Naga menjadi bukti bahwa warisan budaya lokal tetap lestari, berkembang mengikuti zaman, sekaligus memperkuat identitas masyarakat serta mendukung pelestarian budaya daerah di Kabupaten Kutai Timur. (bro2)

