BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Dalam sebuah kandang sederhana kawasan Gunung Binjai, Balikpapan Timur, seekor sapi raksasa tampak berdiri paling mencolok ketimbang ternak lainnya. Tubuhnya tinggi, bertanduk besar, dan gerakannya selalu menarik perhatian. Sapi bernama Bison itu kini menjadi kebanggaan baru peternak lokal setelah terpilih sebagai sapi kurban presiden, bantuan kemasyarakatan untuk Iduladha 1447 Hijriah.
Bison merupakan sapi jenis simental charolais dengan bobot mencapai 1.050 kilogram yang pihak kepresidenan pilih. Sapi jumbo tersebut berasal dari peternakan mandiri MWK Farm, kawasan Gunung Binjai, RT 13, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur.
Pemilik sekaligus perawat, Anita, menjelaskan nama Bison karena karakter sapi tersebut sangat dominan dan aktif dalam kandang.
“Kalau sudah bersuara, pasti sapi-sapi yang lain langsung ikutan. Makanya kami namai Bison,” kata Anita, Minggu (24/5/2026).
Secara fisik, sapi kurban milik presiden ini memiliki postur yang sangat mencolok. Tingginya mencapai sekitar 160 sentimeter dengan panjang badan lebih dari dua meter.
Anita menceritakan proses terpilihnya sapi miliknya. Bermula saat pihak keluarga mencoba mencari informasi terkait prosedur pendaftaran sapi bantuan kemasyarakatan Presiden. Keluarga Anita mendatangi Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan.
Banmas Kepresidenan Verifikasi Bison
Saat mendaftarkan pada 1,5 bulan lalu, berat Bison masih 973 kilogram. Namun setelah melalui proses seleksi dan verifikasi, bobotnya meningkat drastis hingga mencapai 1.050 kilogram.
“Alhamdulillah, sapi saya yang terpilih,” ungkapnya.
Selain bobot tubuh, faktor estetika fisik juga menjadi salah satu syarat penting dalam proses seleksi sapi kurban kepresidenan. Tim verifikasi dari kepresidenan memperhatikan struktur tanduk, postur tubuh, hingga kondisi kesehatan sapi secara menyeluruh.
Anita mengaku pola perawatannya sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sapi lain. Kunci utamanya terletak pada konsistensi perawatan harian dan kebersihan kandang. Sapi raksasa ini bahkan mandi 2 kali sehari dan mendapatkan pasokan pangat penguat sebanyak 2 kali sehari.
“Bison juga mendapat 3 kali sehari asupan rumput hijau segar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pemberian vitamin rutin dan pengawasan kesehatan menjadi faktor penting agar Bison bersama sapi lainnya tetap sehat dan tidak mengalami stres.
“Untuk jenis Simental Charolais seperti ini sebenarnya tidak terlalu susah, kami lebih menjaga kebersihan, cek kesehatan, vaksin, dan vitamin rutin. Hanya saja, memang butuh porsi makan yang ekstra,” pungkasnya.
Terpilihnya Bison menjadi sapi kurban Presiden tahun ini sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi peternak lokal Balikpapan. Dari kandang sederhana di Balikpapan Timur, sapi jumbo itu kini bersiap menjadi bagian dari perayaan Iduladha nasional. (bro2)


