BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Setiap tahun ajaran baru, ribuan orang tua menghadapi kegelisahan yang sama. Mereka berlomba mencari kursi sekolah menengah pertama (SMP) untuk anak-anaknya. Sedangkan daya tampung SMP negeri terbatas.
Persoalan itu kembali menjadi perhatian Pemerintah Kota Balikpapan menjelang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2026. Jumlah lulusan sekolah dasar terus bertambah, sementara kapasitas SMP belum mampu mengimbangi pertumbuhan kebutuhan pendidikan.
“Yang paling sulit karena perbandingan jumlah sekolah antara SD dan SMP cukup besar,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, Senin (25/5/2026).
Kondisi tersebut membuat Pemkot Balikpapan harus mencari solusi agar seluruh lulusan SD tetap mendapatkan akses pendidikan. Salah satu langkahnya adalah dengan menggandeng 15 sekolah swasta untuk membantu menampung siswa yang tidak tertampung SMP negeri.
“Jadi SMP swasta bisa menampung sekitar 1.200 anak,” ujarnya.
Tak hanya menggandeng sekolah swasta, pemerintah juga menambah kapasitas penerimaan siswa SMP negeri sebesar lima persen. Kebijakan itu untuk menyesuaikan lonjakan jumlah lulusan SD setiap tahun.
“Kami mendapat dukungan anggaran sekitar Rp2 miliar dari pemerintah kota, jadi daya tampung bisa bertambah 5 persen,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Balikpapan juga melakukan evaluasi kapasitas sekolah seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan layanan pendidikan. (bro2)


